Mangasi: Kalau Berbicara PKPU, Surfenov-Parlin Tak Mungkin Jadi Calon

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Pasca eleminasi yang dilakukan KPU Kota Pematang Siantar pada 27 November 2015, ratusan simpatisan Surfenov Sirait-Parlindungan Sinaga kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor KPU Jalan Porsea, Jumat (4/12).

Massa simpatisan yang didominasi oleh ibu-ibu itu mendapat pengawalan cukup ketat dari puluhan personel Polres Kota Pematang Siantar, yang disebar di berbagai sudut.

Setelah sekian jam berorasi namun tidak disambut satu pun komisioner KPU Kota Pematang Siantar, massa mencoba masuk menerobos ke dalam kantor KPU, namun dihalangi petugas kepolisian guna mencegah terjadinya kericuhan.

Setelah massa tenang, koordinator aksi meminta pihak kepolisian untuk menghadirkan para komisioner KPU Kota Pematang Siantar.

Akhirnya Ketua KPU Kota Pematang Siantar, Mangasi Tua Purba didampingi komisioner Batara Manurung, Riswanty Panjaitan, Amril Zein dan Jaffar Siddik Saragih keluar, berhadap-hadapan dengan massa.

Dewi selaku koordinator aksi menanyakan langsung kepada Mangasi dasar hukum KPU Kota Pematang Siantar mengeleminasi Surfenov-Parlin.

“Apa dasar hukum kalian menetapkan lalu kemudian mencoret Surfenov-Parlin. Kenapa kalian bekerja berdasarkan putusan Panwas. Bukankah kalian harus bekerja berdasarkan PKPU?” tegas Dewi.

Dengan tenang, Mangasi menjelaskan bahwa kalau berbicara Peraturan KPU, maka pasangan Surfenov Sirait- Parlindungan Sinaga tidak akan mungkin ditetapkan sebagai calon, karena mereka tidak memiliki dokumen B1KWK.

“Berbicara soal PKPU, pasangan Surfenov-Parlin justru tidak akan memenuhi syarat, karena mereka tidak memiliki dokumen B1 KWK, berupa surat dukungan dari Partai Golkar kubu Agung Laksono,” jelas Mangasi.

Tak terima dengan penjelasan Mangasi, massa terus menghujatnya bahkan sempat melempar botol minuman mineral kea rah Mangasi.

Dengan pengawalan ketat kepolisian, Mangasi dan para komisioner meninggalkan massa. Tak terima ditinggalkan begitu saja, massa kembali coba menerobos masuk dan meminta para komisioner agar berdialog dengan mereka.

Petugas yang terus berjaga di depan kantor KPU akhirnya terlibat aksi saling dorong dengan massa. Beruntung koordinator aksi bisa menenangkan massa.

Meski pihak KPU Kota Pematang Siantar tak lagi menyambut mereka, massa tetap berorasi sebelum kemudian melanjutkan aksi di depan Polresta Pematang Siantar.

Sebelumnya, polisi mengevakuasi kelima komisioner dari kantor KPU dengan menggunakan satu unit mobil Barracuda milik Brimob Subden 2 B Pematang Siantar. (EM).

Foto : Aksi massa simpatisan Surfenov-Parlin di depan kantor KPU Jalan Porsea, Pematang Siantar, Jumat (4/12). (bataktoday/em).

  • Bagikan