KPU Sumut: Belum Ada Putusan Soal JR-Amran

  • Bagikan

Simalungun, BatakToday-

Informasi yang beredar bahwa pasangan  calon Bupati-Wakil Bupati Simalungun, JR Saragih-Amran Sinaga sudah dieliminir dari peserta Pilkada Kabupaten Simalungun, dibantah oleh KPU Provinsi Sumatera Utara.

Salah seorang komisioner KPU Provinsi Sumatera Utara, Benget Silitonga yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler mengatakan, belum ada putusan pencoretan atau eliminasi terhadap pasangan nomor urut 2 itu.

“Belum ada putusan setahu saya soal nasib pasangan itu,” kata Benget, dihubungi Sabtu (5/12).

Benget mengakui, pihaknya sudah menerima salinan putusan Mahkamah Agung RI atas kasus hukum Amran Sinaga, yang merupakan calon Wakil Bupati Simalungun.

Berdasarkan itu, telah dilakukan supervisi oleh KPU Provinsi Sumatera Utara terhadap KPU Kabupaten Simalungun.

“KPU Sumatera Utara sudah melakukan supervisi terhadap teman-teman KPU Simalungun untuk bisa mengambil sikap terkait dengan status salah satu pasangan calon, dimana calon wakilnya sudah mendapat putusan hukum di MA,” kata Benget.

Saat Benget dimintai keterangan tentang hasil supervisi KPU Provinsi Sumatera Utara terhadap nasib kepesertaan pasangan JR Saragih-Amran Sinaga, Benget tidak bisa berkomentar lebih jauh.

Dia menyarankan sebaiknya keputusan soal apakah JR Saragih-Amran Sinaga akan dicoret atau lanjut sebagai peserta Pilkada Kabupaten Simalungun, hasilnya akan disampaikan oleh KPU Kabupaten Simalungun pada Minggu (6/12).

“Saya tak berani berspekulasi, kita tunggu saja besok apa hasil keputusan KPU Simalungun,” kata Benget.

Hal serupa disampaikan Komisioner Bawaslu Sumatera Utara, Hardi Munte.  Dihubungi melalui sambungan telepon seluler, dia mengaku belum mendapat informasi sahih soal pencoretan JR Saragih-Amran Sinaga.

“Nggak ada kami dapat informasi yang legal. Tapi kalau media online ada disebut. Tapi kan informasi yang positif belum ada kami peroleh,” kata Hardi.

Sementara itu, komisioner KPU RI Hadar Gumay saat melakukan kunjungan ke KPU Kota Pematang Siantar, Sabtu (5/22) siang kepada sejumlah wartawan mengatakan, pasangan JR Saragih-Amran Sinaga akan dicoret.

“Pasangan calon itu akan segera dieliminir. Jika KPU Simalungun tidak melakukan, akan diambil alih KPU Sumatera Utara,” tegas Hadar.

Adapun alasan eliminasi atau pencoretan, kata Hadar, didasarkan pada Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tepatnya di Pasal 88 poin (b), pasangan calon dikenakan sanksi pembatalan sebagai peserta jika terbukti melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam pidana penjara paling singkat lima tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, sebelum hari pemungutan suara.

Sebelumnya, putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 194.K/Pid.Sus/2012 tertanggal 22 September 2014, menyatakan mengabulkan kasasi jaksa penuntut umum di Kejaksaan Negeri Simalungun, dan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Simalungun.

Majelis Hakim Agung menyatakan terdakwa Amran Sinaga sebagai Kepala Dinas Kehutanan telah terbukti bersalah menyuruh atau melakukan menerbitkan izin tidak sesuai dengan rencana tata ruang, menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Amran Sinaga dengan hukuman selama 4 tahun penjara.

Sebelumnya, Amran Sinaga diancam pidana 5 tahun, namun oleh Pengadilan Negeri Simalungun menjatuhkan vonis bebas. Atas putusan ini jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Simalungun melayangkan kasasi ke Mahkamah Agung RI. (tg).

Foto ilustrasi.

  • Bagikan