Belum Serah Terima, Jalan Rusak Direndam Banjir

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Banjir bandang yang melanda daerah aliran Sungai Mati, Kelurahan Bah Kapul, Pematang Siantar, Selasa (1/12), menimbulkan berbagai kerusakan di sekitar lokasi bencana.

Selain menimbulkan kerusakan pada perumahan penduduk, banjir juga meninggalkan kerusakan pada jalan penghubung antara Jalan Handayani dengan Jalan Pengintai Ujung.

1.Batang kayu yang salah satu ujungnya tertanam di bawah lapisan onderlaag, Rabu 2/12 (bataktoday/ajvg)
1. Batang kayu yang salah satu ujungnya tertanam di bawah lapisan onderlaag, Rabu 2/12 (bataktoday/ajvg)

Perlu diketahui bahwa  jalan tersebut baru selesai dibangun  sekitar tiga minggu yang lalu. Kontraktor pelaksana pembangunan jalan ini adalah CV. Bawadi Abdi, beralamat di Jalan Pangaribuan, Pematang Siantar.

Ketika ditemui di lokasi jalan yang rusak, Roni Tambunan dari pihak kontraktor mengatakan, di dalam kontrak pekerjaan dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan Pematang Siantar, tidak terdapat jenis pekerjaan pemadatan tanah.

“Tidak ada pekerjaan pemadatan tanah dalam kontrak kita. Sewaktu kita memulai pekerjaan, jalur jalan ini sudah ada, jalan tanah dan pelat duiker sudah ada. Kerja kami mulai onderlaag sampai lapen macadam,” ujarnya menjelaskan.

Roni menerangkan, dalam proses pengerjaannya juga mereka mengalami kesulitan untuk tranportasi material ke lokasi pekerjaan.

“Tempo hari, setengah mati kita mau memasukkan bahan ke lokasi. Tanah dasarnya belum padat. Truk pengangkut bahan susah masuk, amblas-amblas truk yang bawa material.” sebutnya.

Namun berbeda dengan informasi yang diberikan Aris Siregar, pegawai Dinas Bina Marga dan Pengairan Pematang Siantar, yang ditemui ketika meninjau lokasi jalan rusak tersebut.

Aris Siregar menyebutkan tanah dasar dipadatkan menjelang pelaksanaan pekerjaan onderlaag.

“Iya, tanahnya terlebih dahulu dipadatkan.” jawabnya.

Hal menggelikan terjadi ketika BatakToday menunjuk batang pohon yang terletak pada bagian jalan yang rusak. Pegawai dari Dinas Bina Marga dan Pengairan, yang kemudian mengaku bermarga Sinaga tanpa bersedia menyebut namanya mengatakan, batang pohon itu terbawa banjir.

“Itu kayu yang dibawa banjir.” tegasnya.

2.Napitupulu, warga setempat, menginformasikan bahwa tanah dasar tidak dipadatkan sebelum hamparan onderlaag, Rabu 2/12 (bataktoday/ajvg)
2. Napitupulu, warga setempat, menginformasikan bahwa tanah dasar tidak dipadatkan sebelum hamparan onderlaag, Rabu 2/12 (bataktoday/ajvg)

Setelah mengamati lebih dekat lagi, BatakToday menyebut batang pohon itu bukan dibawa air banjir, namun Sinaga tidak sepakat untuk itu.

Sinaga segera mencoba mengangkat batang pohon tersebut, namun batang pohon itu tidak tergeser sedikitpun.

Ternyata bagian ujung lainnya dari batang pohon itu berada di bawah lapisan onderlaag, yang tidak ikut tergeser oleh air banjir.

Napitupulu, warga yang berdomisili sekitar 20 meter dari lokasi jalan rusak, kepada BatakToday mengatakan, tanah dasar jalan yang dibangun, tidak terlebih dahulu dipadatkan.

“Tanahnya tidak ada dipadatkan, langsung batu padas nya dihampar.” sebutnya.

Warga lainnya yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, selama pelaksanaan pembangunan jalan, dia tidak pernah melihat petugas Dinas Bina Marga mengawasi pekerjaan kontraktor.

Dia menjelaskan, bagian jalan yang rusak setelah banjir sejak awal memang diragukan kualitasnya, karena tanah dasarnya berlumpur.

“Setelah selesai diaspal, kalau kita jalan di atasnya, seperti berjalan di atas kasur busa, seperti ada per-nya,” ujarnya sedikit bercanda.

Pekerjaan pembangunan jalan penghubung antara Jalan Handayani dengan Jalan Pengintai Ujung ini merupakan bagian dari paket pekerjaan Jalan Tembus Handayani-Cadika, yang terdiri dari tiga ruas jalan di lokasi berdekatan.

Dinas Bina Marga dan Pengairan Pematang Siantar harus menetapkan, apakah kerusakan jalan tersebut merupakan kondisi Force Majeure, Kkgagalan konstruksi atau kesalahan perencanaan.

Disamping alasan-alasan teknis, penetapan tersebut tetap mengacu kepada pasal-pasal di dalam Undang-undang No.18 Tahun 1999, tentang Jasa Konstruksi, dan Peraturan Pemerintah PPNo.29 Tahun 2000, tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. (ajvg)

Foto:Jalan yang rusak di lokasi banjir bandang Sungai Mati yang terjadi Selasa 1/12/2015, jalan tembus Handayani – Pengintai Ujung, RT001/RW001, Kelurahan Bah Kapul, Pematang Siantar,Rabu 2/12 (bataktoday/ajvg)

  • Bagikan