Hadar Gumay: Nasib JR Saragih-Amran Masih Proses

  • Bagikan

Simalungun, BatakToday-

Komisioner KPU Republik Indonesia, Hadar Nafis Gumay memastikan, nasib pasangan calon Bupati Simalungun-Wakil Bupati Simalungun JR Saragih-Amran Sinaga, masih dalam proses.

Hal itu dia sampaikannya saat dihubungi melalui pesan singkat telepon seluler dan media sosial WhatsApp, Sabtu (5/12) malam.

Menurut Hadar, berdasarkan Peraturan KPU Nomor 9 tahun 2015, pasal 88 poin (b), tidak ada ruang lagi bagi pasangan yang diusung Partai Demokrat itu maju sebagai peserta pilkada.

Di poin itu disebutkan, pasangan calon dikenakan sanksi pembatalan sebagai peserta jika terbukti melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam pidana penjara paling singkat lima tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, sebelum hari pemungutan suara.

“Dengan adanya putusan yang inkracht, tidak ada ruang lagi bagi pasangan itu sebagai peserta pilkada,” kata Hadar melalui pesan singkat telepon selulernya.

Sebelumnya, berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 194.K/Pid.Sus/2012 tertanggal 22 September 2014, menyatakan mengabulkan kasasi jaksa penuntut umum di Kejaksaan Negeri Simalungun dan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Simalungun.

Majelis hakim MA menyatakan terdakwa Amran Sinaga sebagai Kepala Dinas Kehutanan telah terbukti bersalah menyuruh atau melakukan menerbitkan izin tidak sesuai dengan rencana tata ruang, menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Amran Sinaga dengan hukuman selama 4 tahun penjara.

Ditanya soal kapan putusan terhadap nasib pasangan calon nomor urut 4 itu, Hadar mengatakan sesegera mungkin.

“Sesegera mungkin, dan otoritasnya di KPU setempat (KPU Kabupaten Simalungun, red),” jawab Hadar melalui pesan WhatsApp.

Sementara, Ketua KPU Kabupaten Simalungun, Adelbert Damanik, saat dihubungi Sabtu (5/12) malam guna mempertanyakan kapan putusan pihaknya atas nasib JR Saragih-Amran Sinaga, tak mengangkat telepon selulernya.

Sebelumnya, komisioner KPU Provinsi Sumatera Utara, Benget Silitonga mengatakan paling lama pada Minggu (6/12), KPU Kabupaten Simalungun akan memutuskan nasib pasangan petahana itu.

“Bersabarlah, Lae. Besok (Minggu, red) KPU Simalungun sudah harus memutuskan,” kata Benget.

Menurutnya, pasca supervisi yang dilakukan KPU Provinsi Sumatera Utara, pihak KPU Kabupaten Simalungun saat ini sedang melakukan pendalaman setelah menerima salinan putusan Mahkamah Agung.

“Teman-teman KPU Simalungun sedang melakukan pendalaman usai kita lakukan supervisi. Tentu semua harus sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, Lae,” kata Benget, yang saat dihubungi sedang berada di Nias. (tg)

Foto: Komisioner KPU Republik Indonesia, Hadar Nafis Gumay.

  • Bagikan