Polres Tobasa Tetapkan Penipu Pengurusan CPNS jadi Tersangka

  • Bagikan

Toba Samosir, BatakToday-

Polres Toba Samosir akhirnya menetapkan RS sebagai tersangka kasus penipuan uang sebesar Rp 190 juta berdalih pengurusan kelulusan CPNS yang menimpa Sri Darmayanti Barimbing, seorang guru honor di SMA Negeri Permaksian, Kabupaten Toba Samosir.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Toba Samosir, AKP Manson Nainggolan mengatakan, pihaknya telah menetapkan RS sebagai tersangka setelah melakukan serangkaian penyelidikan.

RS merupakan guru PNS, dalam aksinya mengaku bisa meloloskan Sri lulus dalam ujian CPNS tahun 2014.

“Kami sudah memanggil pihak yang terkait dengan kasus penipuan ini, seperti Lalo Simanjuntak yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Toba Samosir, dan Salomo Panjaitan, staf di kantor Disnaker Toba Samosir yang pernah disebut-sebut tersangka RS sebagai penerima uang sebesar 190 juta. Namun hasil dari penyelidikan kami, tudingan itu tidak benar, dan kami tegaskan bahwa Lalo Simanjuntak tidak terlibat dalam kasus ini,” tutur Manson di ruangannya, Sabtu (5/12).

Manson menjelaskan, saat ini berkas tersangka RS sudah dilimpahkan ke pihak kejaksaan dengan status P-19 atau pengembalian berkas perkara. Kepolisian menurutnya, tinggal menunggu jawaban dari pihak Kejaksaan Negeri Balige.

“Jika berkas tersebut tidak ada kekurangan, maka berkas tersangka menjadi P-21 (lengkap), dan kami akan langsung menahan tersangka RS dan melimpahkannya ke pihak Kejaksaan Negeri Balige,” tegas Manson.

Terhadap tersangka RS akan dijerat pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya empat tahun.

Sementara itu, pegiat lembaga swadaya masyarakat di Kabupaten Toba Samosir, Jorris Sirait mengapresiasi upaya Polres Toba Samosir mengusut perkara ini.

Menurut dia, kasus  ini penting terkuak agar kejadian serupa tidak lagi menimpa warga misikin di Kabupaten Toba Samosir.

“Saya berharap penerimaan CPNS nantinya di lingkup Pemkab Tobasa bisa terlaksana dengan adil dan jujur sesuai kemampuan para peserta ujian,” kata Sirait.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penipuan berdalih pengurusan kelulusan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali terjadi di Kabupaten Toba Samosir. Kali ini, baik oknum penipu maupun korban adalah sesama kaum perempuan dan juga sesama guru. Korban, Sri Darmayanti Barimbing, guru honorer di SMA Negeri Parmaksian, ternyata tidak lulus seleksi, sementara uang pengurusan sebesar Rp 190 juta tidak dikembalikan oleh RS, oknum penerima uang pengurusan seleksi CPNS yang bekerja sebagai guru PNS di SMP Negeri 1 Porsea.  (JS)

Foto: Kasat Reskrim Polres Toba Samosir, AKP Manson Nainggolan di ruang kerjanya, Sabtu (5/12). (bataktoday/js).

  • Bagikan