Polsek Bangun Diserang OTK Pakai Balok dan Bom Molotov

  • Bagikan

Simalungun, BatakToday

Sekitar sepuluh orang pria tak dikenal tiba-tiba menyerang kantor Polsek Bangun yang berada di Jalan Asahan Kilometer 17, Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sabtu (5/12) pukul 03.20 WIB dini hari.

Informasi ini diperoleh dari sumber di kepolisian yang tidak bersedia disebutkan identitasnya.

Disebutkan, para pelaku menyerang menggunakan balok berbentuk tongkat dengan panjang 60 sentimeter, dan dua buah botol berisi bensin diduga sejenis bom molotov.

Tak hanya merusak kantor, komplotan ini sempat terlibat duel dengan Kepala Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Bangun, Aiptu Usman Siregar (53).

Dalam duel tak berimbang karena kalah jumlah itu, Aiptu Usman Siregar mengalami luka di bagian kening.

Data yang berhasil dihimpun BatakToday, penyerangan secara tiba-tiba kantor Polsek Bangun yang dilakukan sepuluh orang pria tak dikenal ini berlangsung singkat, yakni sekitar lima menit.

Para pelaku dengan mengendarai sepeda motor  mendatangi kantor Polsek Bangun. Dalam rangkaian penyerangan, empat orang pelaku merangsek masuk setelah terlebih dulu merusak pintu kaca, sementara enam orang lainnya berjaga-jaga di atas sepeda motor masing- masing.

Sebelumnya, kehadiran para pelaku sudah dicurigai Aipda RBY Sibarani (38), personil yang sedang bertugas, melihat para pelaku sebanyak empat orang masing-masing membawa balok kayu.

Aipda RBY Sibarani sempat dipukul oleh salah satu pelaku dengan tangan kosong. Aiptu RBY Sibarani pun melakukan perlawanan dengan menendang satu orang pelaku sampai terjatuh.

Melihat pelaku cukup banyak, Aipda RBY Sibarani melarikan diri ke belakang kantor untuk meminta bantuan anggota Opsnal yang sedang istirahat.

Selanjutnya, empat orang pelaku masuk ke dalam ruangan SPKT. Saat itu Kepala Unit SPKT Aiptu Usman Siregar sedang tidur di bangku penjagaan yang kemudian dipukul oleh salah satu pelaku.

Tersadar, Aiptu Usman sempat berduel dengan pelaku. Tapi karena kalah jumlah, Aiptu Usman pun memilih kabur ke belakang kantor.

Selanjutnya empat pelaku secara brutal merusak pintu kaca ruangan SPKT, pintu kaca ruangan masuk SPKT, dan merusak tiga lembar kaca nako ruangan Sabhara dengan menggunakan balok.

Secara bersamaan enam kawanan pelaku yang menunggu di luar melemparkan dua botol berisi bensin ke arah sepeda motor yang parkir di samping kantor Polsek Bangun.

Petugas Opsnal berusaha memadamkan api, sementara petugas yang lain berusaha mengejar pelaku yang melarikan diri ke arah Pematang Siantar usai melakukan aksinya.

Pantauan di lokasi, Sabtu (5/12) pukul 15.00 WIB, tampak kantor Polsek Bangun sudah bersih dari serpihan aksi brutal sepuluh orang pria tak di kenal itu.

Terlihat kaca ruangan SPKT, pintu kaca pintu masuk ruangan SPKT, dan tiga kaca nako yang diporakporandakan pelaku sudah terpasang kembali.

Pintu kaca ruangan SPKT yang sudah terpasang kembali
Pintu kaca ruangan SPKT yang sudah terpasang kembali

Polres Simalungun Masih Selidiki Pelaku

Sementara, Polres Simalungun masih melakukan penyelidikan guna mengungkap para pelaku penyerangan Polsek Bangun.

Polres Simalungun menggandeng Polresta Pematang Siantar serta polres lainnya untuk mempersempit ruang gerak para pelaku.

Data yang berhasil dihimpun dari keterangan saksi mata Hendrik Krisnizar (36), salah seorang tahanan Polsek Bangun dan beberapa orang polisi, mengaku mengenali ciri-ciri tiga orang pelaku.

Disebutkan, satu pelaku mengenakan jaket lengan panjang warna hijau, baju lengan warna hitam, baju celana puntung warna biru, rambut panjang dan tinggi sekitar 163 sentimeter.

Pelaku kedua mengenakan baju kaos warna merah, celana puntung warna biru, kulit gelap, rambut pendek, badan kurus, dan tinggi sekitar 165 sentimeter.

Pelaku ketiga mengenakan baju kaos warna putih, jaket warna hitam, topi hitam, tinggi sekitar 165 sentimeter, badan kurus dan usia ditaksir berusia 25 tahun.

Kapolres Simalungun AKBP Yofie ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler menjelaskan, pelaku masih dalam penyelidikan.

“Pelaku masih kita selidiki, saya masih sama Pak Danrem ini,” ucapnya, saat dihubungi Sabtu (5/12) malam.

Ketika ditanyakan apakah ada dugaan keterlibatan oknum TNI AD pada penyerangan Polsek Bangun, Yofie membantah.

“Nggak ada kaitan itu. Saya koordinasi aja sama Pak Danrem tentang KPU Simalungun,” terang Yofie. (AB)

Foto: Kantor Polsek Bangun.

  • Bagikan