Massa Simpatisan Survenof Serbu KPU Siantar

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Memasuki hari ke delapan unjuk rasa di kantor KPU Kota Pematang Siantar, ratusan massa Surfenov Sirait-Parlindungan Sinaga mengepung kantor penyelenggara pemilu itu di Jalan Porsea, Senin (7/12).

Massa yang lagi-lagi didominasi oleh kaum ibu melakukan unjuk rasa dengan berorasi dan membawa poster sejak pukul 13.00. WIB.

Koordinator aksi Sabar Sirait, dalam orasinya meminta penjelasan yang sama terkait eleminasi yang dilakukan KPU Kota Pematang Siantar terhadap pasangan Surfenov-Parlin pada 27 November 2015 lalu.

Beberapa saat orasi dan merasa tidak direspon, Sabar akhirnya meminta pihak kepolisian memanggil para komisioner KPU Kota Pematang Siantar.

Unjukrasa hari ke delapan massa simpatisan Surfenov-Parlin di depan Kantor KPU Kota Pematang Siantar, Senin (7/12). (bataktoday/ab)
Unjukrasa hari ke delapan massa simpatisan Surfenov-Parlin di depan Kantor KPU Kota Pematang Siantar, Senin (7/12). (bataktoday/ab)

Ketua KPU Kota Pematang Siantar, Mangasi Tua Purba pun muncul. Kepada massa, Mangasi mengatakan bahwa pencalonan Surfenov-Parlin tidak memenuhi syarat. Namun, putusan Panwaslih Kota Pematang Siantar kemudian memerintahkan KPU Siantar untuk menetapkan pasangan itu sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

Sebagai penyelenggara pemilu, kata Mangasi, KPU terpaksa menuruti putusan Panwaslih, meski putusan itu tidak memiliki dasar hukum.

Di tengah jalan, dua personil Panwaslih Kota Pematang Siantar dipecat oleh DKPP dalam putusan sidang dengan pelapor Zainul Arifin Siregar, karena mengeluarkan putusan yang salah.

Selanjutnya Bawaslu Sumatera Utara mengeluarkan penegasan yang menyebutkan bahwa pasangan Surfenov-Parlin tidak memenuhi syarat (TMS).

“Atas dasar itu lah KPU mengeleminasi pasangan Surfenov-Parlin,” urai Mangasi.

Selesai memberi penjelasan, Mangasi pun meninggalkan tempat, diringi massa pengunjuk rasa yang terus menghujatnya.

Tak lama, beberapa pengunjuk rasa mencoba masuk ke kantor KPU, namun dihalangi petugas kepolisian dan aparat TNI yang berjaga di pelataran kantor KPU.

Para pengunjuk rasa juga mengepung kantor KPU dari segala penjuru guna mencegah para komisioner KPU keluar dari kantornya.

Dalam orasinya, pengunjuk rasa tetap meminta agar para komisioner kembali menemui mereka dan menjelaskan kembali terkait eliminasi Surfenov-Parlin.

Massa yang tidak diladeni oleh pihak KPU kembali mencoba masuk, namun lagi-lagi dihalangi petugas kepolisian dan TNI.

Pada pukul 17.00 WIB, massa akhirnya melanjutkan aksinya ke Polresta Pematang Siantar, dan berjanji akan datang kembali Selasa (8/12) dengan jumlah massa yang lebih besar. (EM).

Foto: Barikade personil kepolisian melakukan pengamanan unjukrasa massa simpatisan Survenof-Parlin di kantor KPU Kota Pematang Siantar, Senin (7/12). (bataktoday/em)

  • Bagikan