Jadilah Jurnalis Garam dan Obor

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Dalam menjalankan profesi sebagai wartawan, para pekerja pers di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun bisa mempedomani apa yang disampaikan tokoh pers legendaris kelahiran Doloksanggul, Mangaraja Hezekiel Manullang.

Manullang (1887-1979) merupakan pendiri koran pertama di Tanah Batak, memiliki ujaran terkenal, yang patut diamalkan para pekerja media saat ini, yakni jadilah jurnalis garam dan obor.

Hal itu disampaikan Pdt Saman Purba, dalam bagian kotbahnya pada perayaan Natal Wartawan Kota Pematang Siantar-Kabupaten Simalungun 2015 (PWI, AJI IJTI), yang dilaksanakan di Convention Hall Siantar Hotel, Pematang Siantar, Senin (7/12) sore.

“Wartawan melalui karyanya bisa menjadi garam di tengah-tengah masyarakat. Mengawetkan dan memberikan rasa sehingga masyarakat merasakan manfaat karya jurnalistik kita. Karya wartawan juga harus bisa menjadi obor atau penerang bagi masyarakat,” kata Pdt Saman, yang juga masih aktif menulis di salah satu koran terbitan Medan itu.

Saman menyebutkan, para wartawan dalam melaksanakan aktivitas jurnalistik hendaknya mengedepankan fakta dan kebenaran.

Wartawan, kata dia, jangan justru terjebak pada sikap membenarkan kebiasaan. Sebaliknya wartawan harus membiasakan kebenaran dalam menjalankan fungsinya.

“Teman-teman wartawan adalah juga komunikator, yakni penyampai informasi atau pesan kepada masyarakat. Jadi dalam menyampaikan pesan, harus mengedepankan kebenaran, bukan malah membenarkan kebiasaan,” ujarnya.l, Staf Ahli Wali Kota Midian Sianturi, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pematang Siantar Timbul Pandapotan Siallagan, Ketua PWI Kabupaten Simalungun Efendy Damanik, pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan Tigor Munthe, dan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Siantar Simalungun Ricky Hutapea.

Midian saat membacakan sambutan Pelaksana Harian Wali Kota Pematang Siantar, menyampaikan harapan, perayaan Natal bisa menjadi modal moral bagi para wartawan dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Saya berharap pesan yang terkandung dalam Natal bisa menjadi modal bagi kita untuk mengemban tugas yang lebih baik di hari-hari mendatang,” katanya.

Natal yang juga diikuti keluarga wartawan itu, diisi dengan acara liturgi, lagu pujian, persembahan koor dari HKBP, GKPI, dan beberapa panti asuhan.

Natal mengambil tema, terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang sedang datang ke dalam dunia, dikutip dari nats Yohannes 1 ayat 9. Dengan sub tema, Natal memanggil wartawan menjadi penerang dalam kegelapan serta dalam ketidakpastian.

Sebelumnya, pada 4-5 Desember 2015, Panitia Natal yang diketuai Edoard Sinaga dan sekretaris Jannes Silaban serta sejumlah personil panitia lainnya, melakukan kegiatan sosial berupa penyerahan bantuan sembako sumbangan  Wesly Silalahi, kepada tiga panti asuhan di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun.(tg)

Foto: Liturgi yang diikuti wartawan dan keluarga pada perayaan Natal Wartawan Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun 2015 di Siantar Hotel, Senin (7/12). (bataktoday/tg).

  • Bagikan