Ini Surat Penundaan Pilkada Siantar Simalungun

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Keputusan KPU RI untuk menunda pilkada di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun, resmi disampaikan melalui surat yang ditujukan kepada dua KPU setempat melalui KPU Provinsi Sumatera Utara.

BatakToday menerima nomor surat penundaan pilkada di dua daerah tersebut melalui komisioner KPU Provinsi Sumatera Utara, Benget Silitonga, Selasa (8/12) malam.

Benget menyebut dua surat dimaksud, yakni surat KPU RI Nomor :  1020/KPU/XII/2015 tentang penundaan pemungutan suara di Kota Pematang Siantar, dan surat KPU RI Nomor : 1023/KPU/XII/2015 tentang penundaan pemungutan suara di Kabupaten Simalungun.

“Penundaan pemungutan suara di Siantar berdasarkan putusan sela PTUN, sedangkan Simalungun berdasarkan putusan sela PT TUN,” kata Benget.

Penundaan untuk Kota Pematang Siantar, kata Benget, sampai kemudian lahir putusan akhir dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan atas gugatan Surfenov Sirait-Parlindungan Sinaga

Sedang penundaan di Kabupaten Simalungun sampai ada putusan akhir dari Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) atas gugatan yang disampaikan pasangan JR Saragih-Amran Sinaga.

Sebelumnya, KPU RI resmi menunda pilkada di lima wilayah termasuk Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun.

“Jadi penundaan pemungutan suara ini dilakukan sampai ada putusan akhir dari PTUN dan PT TUN,” tegas Benget.

Seperti diketahui, sebelumnya PTUN Medan memenangkan gugatan pasangan Surfenov Sirait-Parlindungan Sinaga, sesuai surat No : 98/G/2015 pada 8 Desember 2015 yang intinya meminta pencoretan pasangan Surfenov Sirait-Parlindungan Sinaga oleh KPU Pematang Siantar agar ditunda.

Hal sama juga diperoleh pasangan JR Saragih-Amran Sinaga yang juga memenangkan gugatan di PT TUN di Medan satu hari sebelum pemungutan suara yakni 8 Desember 2015. (tg).

  • Bagikan