Menakertrans: Indonesia Harus Jadi Pemenang Hadapi MEA

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN, Indonesia harus menjadi pemenang.  Oleh karenanya, agar semua pihak bahu-membahu, melakukan gerakan bersama secara nasional untuk berkontribusi agar tenaga kerja yang sangat banyak jumlahnya itu dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Hal itu disampaikan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi(Menakertrans) Hanif Dhakiri didampingi saat membuka acara Kompetisi Keterampilan Instruktur Tingkat Nasional V (KKIN V) di Balai Besar Latihan Kerja Medan, Kamis (10/12).

“Kita harus mampu bersaing dalam ruang lingkup regional ASEAN,” ujar Menteri Hanif.

Hanif meminta semua pihak mempersiapkan diri, baik berupa skill maupun kompetensi guna menghadapi pasar bebas ASEAN (MEA) yang akan berlaku akhir tahun 2015. Kesiapan sumber daya manusia (SDM) angkatan kerja Indonesia dinilai sangat penting, agar Indonesia mampu menjadi pemenang dalam kompetisi MEA.

Menurutnya, salah satu cara yang bisa dilakukan agar Indonesia benar-benar siap menghadapi MEA adalah dengan meningkatkan daya saing di berbagai bidang. Selain itu juga harus ditingkatkan kualitas pelatihan guna meningkatkan kompetensi dan daya saing.

Ia mengakui masih perlu dilakukan percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan segera diberlakukan.

“Ini memang tantangan buat kita, karena merupakan kesepakatan internasional, mau nggak mau kita harus siap. Oleh karena itu, sisa waktu yang tersedia harus kita manfaatkan secara optimal untuk melakukan percepatan peningkatan kompetensi dari tenaga kerja kita,” ujarnya.

Selain peningkatan kompetensi, Hanif menyebut, pemerintah juga mendorong dilakukannya percepatan sertifikasi profesi, terutama untuk sektor-sektor prioritas.

“Kalau kedua hal itu sudah kita laksanakan dengan cepat, Insya Allah kita bisa merespon tantangan global ini dengan baik,” ujarnya.

Pelaksanaan MEA, diakui Menaker, dapat menimbulkan dampak negatif terhadap dunia ketenagakerjaan di Indonesia, jika tenaga kerja kita tidak menyiapkan kompetensinya dengan baik.

“Oleh karena itu kompetensi harus kita percepat, sertifikasinya juga. MEA sudah di depan mata, kita akan gunakan waktu yang tersisa untuk melakukan percepatan-percepatan itu,” ujarnya.

Berbicara tentang peningkatan kompetensi SDM, menurut Menteri ada dua pola, yaitu pendidikan formal dan pelatihan kerja. Oleh karenanya Menteri berharap, kegiatan-kegiatan terkait peningkatan kualitas tenaga kerja seperti Kompetensi Keterampilan Instruktur Nasional V yang dilakukan saat ini harus diperluas, tidak hanya di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja, tapi juga melibatkan kementerian lainnya, swasta, industry, dan bidang-bidang lainnya. Dengan demikian tenaga kerja (SDM) yang ada di Indonesia lebih responsif dengan perubahan-perubahan yang ada.

“Mengutip pernyataan Darwin, bahwa di dunia ini yang bertahan hidup bukanlah yang paling kuat, bukanlah yang paling pintar, tetapi mereka yang paling responsif terhadap perubahan,” sebutnya, sembari berharap, ke depan peningkatan kompetensi merupakan gerakan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengatakan bahwa kegiatan Kompetisi Keterampilan Instuktur Nasional (KKIN) V yang diselenggarakan hari ini merupakan kegiatan yang sangat baik, sehingga nantinya para instruktur bisa saling berlomba memberikan pengalaman terbaiknya. Dan diharapkan ilmu yang didapatkan bisa diberikan kepada instruktur lainnya.

Menurut Erry, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja (SDM) Indonesia, apalagi Indonesia akan dihadapkan dengan MEA. Untuk menghasilkan tenaga kerja yang berdaya saing, menurut Erry, selain melalui melalui pendidikan formal, juga melalui pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan balai pelatihan tenaga kerja, agar mampu berkompetisi baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Visi misi Pemprov Sumatera, bahwa Sumatera Utara akan maju bila memiliki daya saing. Sumatera Utara maju, maka rakyatnya akan sejahtera,” sebut Erry.

Direktur Jenderal Bina Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI Khairul Anwar yang juga Ketua Penyelenggara melaporkan, KKIN V yang diselenggarakan kali ini mengusung tema ‘melalui Kompetisi kita tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Instruktur’.

“Peserta berasal dari BLK UPTT dan BLK UPTD, dengan jumlah total 106 orang,” ujar Khairul Anwar.

Kompetisi Keterampilan Instruktur Tingkat Nasional V (KKIN V) berlangsung mulai tanggal 10 s/d 13 Desember 2015 di BBLK Medan. (AFR)

Foto: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri didampingi Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi saat membuka acara Kompetisi Keterampilan Instruktur Tingkat Nasional V (KKIN V) di Balai Besar Latihan Kerja Medan, Kamis (10/12). (bataktoday/afr)

  • Bagikan