Rumah Tenun Ulos Diresmikan di Medan

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi resmikan Rumah Tenun Ulos Kota Medan di Jl AR Hakim Gg Pendidikan No 130 Medan, Kamis (10/12). Peresmian diwarnai penyerahan piagam rekor MURI dan dunia untuk gaun etnis dengan memadukan 104 motif ulos dan songket khas Sumatera Utara, diserahkan oleh perwakilan MURI Oesman S Soesilo.

Menaker menyatakan, ulos dan songket merupakan kekayaan budaya yang harus terus dilestarikan karena bagian dari adat dan budaya nasional.

“Kalau tidak kita, siapa lagi. Tidak mungkin orang asing yang memperkenalkan budaya kita. Kita sering abai hingga dunia tidak melirik budaya kita,” sebut Hanif.

Rumah Tenun Ulos, sebut Hanif, bagian dari upaya melestarikan sekaligus mengenalkan budaya nasional kepada dunia internasional. Dengan demikian, budaya bangsa dapat bersaing dengan budaya negara lain.

“Kita harus membuat packaging yang menarik untuk mendapatkan perhatian. Jika tidak, kita akan tertinggal,” saran Hanif.

Menaker Hanif juga mengatakan, Kementerian Tenagakerja terus berupaya menodorong tumbuhnya berbagai bidang usaha masyarakat. Tujuannya tidak lain adalah menumbuhkan UKM, membuka lapangan pekerjaan baru, dan membantu meingkatkan perekonomian penenun lokal.

Tetapi, sebut Hanif, tingkat produksi yang belum efisien menjadi problem tersendiri. Untuk itu, pemasaran ulos dapat menggunakan e-commerce.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengatakan, penghargaan rekor MURI dan rekor dunia tersebut diharapkan dapat memacu semangat para perajin ulos untuk terus berkarya dan berinovasi dalam menghadirkan produk berkualitas.

Pemerintah Provinsi Sumut akan bersinergi dengan para perajin dalam mengenalkan produk ulos dan songket ke dunia internasional. Tidak lupa Tengku Erry Nuradi menyatakan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah memprakarsai berdirinya Rumah Ulos Medan

“Rumah Tenun Ulos setidakkya menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya pelestarian ulos. Manfaat ganda lainnya, membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” sebut Erry.

Tenun ulos dan songket  adalah budaya leluhur yang patut dibanggakan dan dilestarikan. Awalnya menjadi komoditas adat, dan semakin berkembang menjadi produk fashion. Menurutnya, agar produk tenun dan songket bisa go international,  harus ada dukungan teknologi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwailan Bank Indonesia Wilayah IX Sumut-Aceh Difi A Johansyah mengatakan, Kota Medan memiliki sejumlah ikon yang khas, diantaranya Istana Maimun, Mesjid Raya, Tugu PDAM Tirtanadi, gedung Balaikota lama, rumah Tjong A Fie, dan sejumlah bangunan bersejarah lainnya. Tetapi Rumah Tenun Ulos layak menambah ikon Kota Medan.

“Meski banyak ikon, kita terus berupaya menambah ikon lain. Para wisatawan tidak akan bingung lagi mencari ulos di Kota Medan,” ujar Difi.

Difi berharap, manajemen Garuda Indonesia turut berperan aktif dalam upaya mengenalkan ulos ke dunia internasional. Salah satunya adalah dengan menggunakan motif ulos atau songket pada desain pakaian pramugari.

“Penumpang tentu akan mengenal ulos karena dikenakan para pramugari,” harap Difi.

Pengelola Rumah Tenun Ulos, Robert Sianipar mengatakan, seluruh ulos yang dijual merupakan hasil tenunan perajin ulos tradisional.

“Kita berharap dengan adanya Rumah Tenun Ulos ini, tingkat perekonomian para perajin ulos tradisional meningkat,” harap Sianipar.

Rumah Tenun Ulos sendiri didominasi tiga warna utama yakni hitam, merah dan putih yang merupakan warna khas ulos Batak.

Puncak acara dimeriahkan dengan peragaan busana gaun etnik paduan 104 motif ulos dan songket Sumut oleh Putri Pariwisata Sumut yang juga runner up Puteri Indonesia, Dani Wulandari, buah karya desainer Elisa Farah Pane. (AFR)

Foto: Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan isteri Marifah Hanif Dhakiri didampingin Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuardi dan isteri Evi Diana Erry serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumut-Aceh Difi A Johansyah dan istri Mutia Difi Johansyah, pengelola Rumah Ulos Medan Robert Sianipar, Putri Pariwisata Sumut Dani Wulandari, desainer Elisa Farah Pane, memukul gendang peresmian Rumah Tenun Ulos di Jalan AR Hakim Gg Pendidikan No 130 Medan, Kamis (10/12). (bataktoday/afr)

  • Bagikan