Balai Kota Siantar Segera Dipugar Sesuai Aslinya

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Sebagai kawasan heritage (warisan budaya), Balai Kota Pematang Siantar yang terletak di Jalan Merdeka harus dipelihara dengan baik. Bangunan peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1920 ini, pernah menjadi Kantor Gubernur Sumatera, Mr Teuku Muhammad Hasan, sejak 6 Pebruari-29 Juli 1947. Rencananya, bangunan ini akan dipugar tahun 2016.

“Kita akan mengembalikan bangunan heritage ini sesuai dengan aslinya, agar lebih terlihat bermakna historis dan memiliki daya tarik wisata,” ujar Penjabat (Pj) Wali Kota Jumsadi Damanik, saat meninjau seluruh ruangan yang sebagian besar terlihat rusak, Kamis (10/12).

Jumsadi mengharapkan, pemugaran dilakukan secara hati-hati dengan berpedoman kepada gambar aslinya. Dengan demikian, bangunan ini nantinya dapat menggugah memori kolektif setiap orang yang melihatnya, bahwa Kota Pematang Siantar ini sudah modern di zaman Hindia Belanda.

“Kita beruntung memiliki bangunan heritage seperti ini. Karena itu, sangat disayangkan jika kita sebagai generasi penerus tidak melestarikan warisan sejarah bangsa kita,” paparnya seraya memberi petunjuk bagian-bagian bangunan yang perlu segera direhab.

Apalagi, sambung Jumsadi, tak jauh dari Balai Kota ada Siantar Hotel yang juga warisan zaman Belanda yang dibangun tahun 1913. Persis di belakang Siantar Hotel, Belanda membangun Stasiun Kereta Api yang awalnya untuk kepentingan perkebunan perusahaan NV. Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) pada tahun 1915. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan jawatan kereta api pertama di Sumatera. Dalam perkembangannya, jalur kereta api ini menjadi komersial.

Melengkapi fasilitas kota, pada tahun 1936 Belanda juga membangun Taman Hewan Pematang Siantar yang terletak di Jalan Gunung Simanukmanuk dengan lahan seluas 4,5 hektar.

Karena itulah, menurut Jumsadi, warisan sejarah di Kota Pematang Siantar harus dikelola secara maksimal guna meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menurut Jumsadi, jalur kereta warisan kolonial Belanda yang menghubungkan Pematang Siantar ke Medan ini perlu dikembangkan untuk mempercepat waktu tempuh ke Bandara Kuala Namu, terutama karena angkutan mobil yang semakin padat menyebabkan waktu tempuh Pematang Siantar-Kuala Namu bertambah panjang. Program ini sangat penting untuk mengembangkan Kota Pematang Siantar sebagai kota perdagangan, jasa dan pariwisata.

“Harus kita pikirkan bersama, bagaimana caranya agar secepatnya ada jalur khusus kereta api dari Pematang Siantar menuju Bandara Kuala Namu. Jika ini bisa direalisasikan dengan bantuan Kementerian Perhubungan, tentu sangat berpeluang mendulang devisa bagi Pematang Siantar sebagai gerbang masuk menuju Danau Toba. Tentu akan banyak pengusaha maupun masyarakat yang mendapat manfaat dari program ini,” ujar Jumsadi. (tg)

Foto: Penjabat Wali Kota Jumsadi Damanik bersama sejumlah pejabat Pemko Pematang Siantar di depan Kantor Wali Kota Jalan Merdeka, Kamis (11/12). (bataktoday/rel)

  • Bagikan