Kasus Korupsi TIK Disdik Humbahas Tunggu Audit BPKP

  • Bagikan

Doloksanggul, BatakToday-

Diperkirakan sudah berjalan kurang lebih empat tahun, kasus dugaan korupsi pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) belum juga dituntaskan Kejaksaan Negeri (Kejari) Doloksanggul.

Pihak kejaksaan berdalih, kasus ini tinggal menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Medan, untuk menetapkan nilai kerugian negara.

“Saat ini kita tinggal menunggu hasil audit BPKP saja,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Togap Silalahi kepada sejumlah awak media, Kamis (10/12).

Menurut Togap yang menggantikan Kasi Pidsus lama Rudi Panjaitan, kasus TIK yang mereka tangani ini, masih ada berkas yang belum dapat terpenuhi untuk ditemukannya kerugian negara.

Togap mengatakan, harus ada keterangan dari pihak pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) soal aliran dana ke sekolah, untuk mengetahui kebenaran uang yang ditransfer ke sekolah-sekolah oleh kementerian.

“Jadi kita sudah minta keterangan PPK Kemendikbud, yakni Bapak Eko Susanto. Kita minta keterangan PPK sesuai petunjuk BPKP Medan. Nah, kemarin-kemarin kita bilang menunggu BPKP, itu benar. Namun BPKP minta, harus ada keterangan dari kementerian dan itu sudah kita penuhi,” tukas Silalahi.

Hanya saja, mantan Kasi Pidsus Kejari Sulawesi Utara (Sulut) itu menambahkan, pihaknya belum bisa menmastikan kapan hasil audit diterima dari BPKP.

“Kita tunggu saja  lah. Kan tidak etis kita ngurusi dapur orang lain. Tergantung BPKP kapan hasilnya diberikan. Soalnya kita sudah sampaikan laporan kita kurang lebih tiga minggu,” ujarnya.

Disinggung soal potensi keterlibatan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Humbahas, Wisler Sianturi, Togap menjelaska, kemungkinan itu dapat dilihat saat kasus ini diajukan ke penuntutan.

“Jika terdapat keterangan-keterangan yang melibatkan kepala dinas, tidak tertutup kemungkinan akan ada penetapan  tersangka baru selain SL (PNS) dan BS (rekanan),” tegasnya. (FT)

Foto: Kasi Pidsus Kejari Doloksanggul, Togap Silalahi (tengah) didampingi Kasi Intel, Ardian saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya. (bataktoday/ft).

  • Bagikan