Jumsadi: Pejabat Pemko Siantar Jangan Hindari Media

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Penjabat Wali Kota Pematang Siantar Jumsadi Damanik mengingatkan para pejabat Pemko Pematang Siantar agar jangan menghindari media, mengingat betapa pentingnya media sebagai penyambung informasi kepada publik untuk mensosialisasikan seluruh program pemerintah.

Selain itu, dengan publikasi media, masyarakat akan mengetahui apa yang sudah dikerjakan dan capaian-capaian kinerja seluruh instansi Pemko Pematang Siantar.

“Media tak perlu dihindari apalagi ditakuti. Justru media harus diberikan informasi yang benar, agar mereka tidak salah atau keliru memberitakan aktivitas kita. Karena tugas mereka memang meminta informasi yang penting untuk diketahui publik,” tegasnya saat saat memberi sambutan pada acara Evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2010-2015, di Balai Data Pemko, Jalan Merdeka, Jumat (11/12) sore.

Dia menyebut, soal ada kritik media, itu merupakan fungsi kontrol sosial yang menjadi bahan masukan untuk mengevaluasi kinerja pemerintah.

“Media itu istilahnya, sila keempat dari Trias Politika,” tegas Penjabat Wali Kota yang baru dilantik Gubernur Sumatera Utara, Selasa (8/12) lalu.

Sebelumnya, Jumsadi juga mengingatkan seluruh pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk segera menyelesaikan seluruh program kerja, capaian pendapatan asli daerah (PAD), termasuk kelengkapan administrasi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2015. Apalagi dalam waktu dekat, Rancangan APBD 2016 akan segera dibahas bersama DPRD.

“Bagi SKPD yang capaian PAD nya meningkat, saya berikan apresiasi. Tetapi bagi yang fluktuasinya berkurang, saya tegaskan untuk mencari penyebab mengapa bisa berkurang atau belum tercapai,” katanya.

Untuk ke depan, lanjutnya, semua pemangku kepentingan harus melihat peluang usaha untuk mendorong Kota Pematang Siantar menjadi kota perdagangan dan jasa sekaligus pariwisata yang handal.

Pembukaan akses jalan sepanjang 89 kilometer dari Saran Padang, Kabupaten Simalungun ke Medan/Bandara Kuala Namu harus menjadi perhatian, sebab bisa menjadi peluang sekaligus tantangan.

“Warga Pematang Raya sekitarnya akan memilih lewat jalan tersebut ketimbang melintasi Kota Pematang Siantar. Jika potensi ini tak diperhatikan kita malah bisa tertinggal,” tegasnya.

Menurut Jumsadi, mengingat sektor pariwisata cukup potensil dikembangkan di Kota Pematang Siantar, harus dipikirkan bagaimana agar pengunjung ke Parapat, Danau Toba, memberi nilai tambah terhadap Kota Pematang Siantar. Apalagi, jarak Kota Pematang Siantar-Parapat hanya 40 kilometer, dimana orang bisa saja menginap di Kota Pematang Siantar meski berwisata ke Danau Toba dan Parapat.

Hal ini bisa terjadi, imbuh Jumsadi, jika kota ini ditata secara serius, termasuk tersedianya fasilitas hotel, travel, kuliner, souvenir dan lain-lain, serta memiliki daya tarik tersendiri. (tg)

Foto: Kegiatan Evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) Tahun 2010-2015, di Balai Data Pemko, Jalan Merdeka, Jumat (11/12) sore. (bataktoday/rel)

  • Bagikan