Siswi SMK Alami Kekerasan Seksual di Kamar Hotel

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Eva (16), nama samaran, gadis asal Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun ini harus menanggung malu, saat peristiwa kekerasan seksual yang dia alami terkuak di Polresta Pematang Siantar, Senin (14/12) siang.

Siswi kelas dua di salah satu SMK di Kabupaten Simalungun ini, kepada petugas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mengaku, dia mengalami kekerasan seksual dari RA, yang dia kenal lewat facebook.

Kejadian berlangsung di salah satu kamar hotel melati di Kecamatan Siantar Utara. Sebelumnya, Eva bertemu setelah janjian dengan RA di depan kantor Pos Jalan Sutomo.

Di dalam kamar hotel, Eva mendapat perlakuan tidak senonoh, ketika RA melakukan kekerasan seksual terhadapnya. Dan semua peristiwa itu direkam RA menggunakan kamera telepon selulernya.

Tak lama, RA yang mulai ketagihan mengontak Eva dengan maksud mengajak berhubungan layaknya suami istri.  RA bahkan mengancam akan menyebarkan foto syur mereka saat di kamar hotel ke facebook jika Eva menolak.

Diduga permintaan RA tidak digubris Eva, beberapa foto syur itu mulai disebarkan di media sosial facebook. Pada Oktober 2015 lalu, pihak sekolah Eva yang mulai resah dengan informasi di media sosial itu, memanggil orangtua Eva.

Setelah cukup lama mengabaikan panggilan pihak sekolah, barulah pada Sabtu (12/12) orangtua Eva memenuhi panggilan.

“Pada Sabtu kemarin Bapak si Eva baru datang ke sekolah, dan di situlah bapaknya baru tahu ada foto-foto syur Eva disebarkan pelaku lewat facebook,” kata bibi Eva, boru Rumahorbo (51).

Kemarahan orangtua Eva tak terbendung saat mengetahui dari pihak sekolah tentang foto syur Eva beredar di facebook. Kemarahan orangtua Eva memuncak, Eva sampai dikurung di dalam kamar.

Karena Eva bungkam siapa pelaku yang tega melakukan itu terhadapnya, orangtua Eva pun membawanya ke Polresta Pematang Siantar, guna melaporkan kejadian kekerasan seksual tersebut.

Bripka Nana Sandra dari unit PPA Polresta Pematang Siantar mengatakan pihaknya sudah mengorek keterangan dari Eva tentang peristiwa yang sebetulnya.

“Dia kenalan lewat facebook, kemudian janjian ketemu depan Kantor Pos. Habis itu Eva dibonceng naik kereta pergi ke salah satu penginapan. Cuma Eva bilang, di kamar hotel, pelaku hanya berhasil mencumbu saja. Selanjutnya, pelaku mengancam akan menyebarkan foto-foto syur Eva bila menolak diajak hubungan intim. Tapi Eva tetap menolak walaupun diancam,” ungkap Nana.

Kanit SPKT III Aiptu Ardan mengaku belum menerima pengaduan secara resmi, karena korbannya masih dimintai keterangan, dan petugas lainnya sedang olah tempat kejadian perkara, mencari tahu letak hotel yang dijadikan pelaku saat mengerjai korban.

“Belum resmi pengaduannya. Petugas polwan masih memintai keterangan Eva agar jelas dimana lokasi kejadian sebenarnya,” tegas Ardan. (AB)

Foto: Korban, Eva (baju putih) berada di belakang bibinya boru Rumahorbo, saat berada di Polresta Pematang Siantar. (bataktoday/ab).

  • Bagikan