Bawaslu Klaim Pilkada di Sumut Sukses

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara mengklaim secara umum pelaksanaan pilkada di 21 kabupaten/kota di Sumatera Utara, berjalan dengan baik dan sukses dari sisi pengawasan.

Terutama di daerah yang menurut peta sebelumnya dinyatakan rawan terjadi konflik, hingga pasca pemungutan suara situasi kondusif dan terkendali.

“Kita bersyukur sampai hari ini, pelaksanaan pilkada di Sumut berjalan dengan baik,” ujar komisioner Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, Aulia Andri di Medan, Senin (14/12).

Bahkan, kata Aulia, daerah-daerah yang dianggap rawan selama ini seperti Kabupaten Nias Selatan bisa berjalan dengan baik.

“Seperti di Nias, lima kabupaten kota di sana tidak ada masalah yang berarti,” katanya.

Di Nias, kata Aulia, komisioner Bawaslu RI Daniel Zuhro bahkan turun langsung untuk memantau pelaksanaan Pilkada 9 Desember ke kecamatan paling jauh yakni Kecamatan Hibala, Kabupaten Nias Selatan.

“Di Kepulauan Nias tingkat partisipasi pemilih mencapai 50 persen,” katanya sembari mengatakan bahwa C1 hingga Senin (14/12) sudah sampai di panwas masing-masing kabupaten/kota.

Kemudian, jika selama ini ada catatan bahwa Kepulauan Nias rawan terjadi konflik, dipatahkan keberhasilan pilkada tahun ini.

“Ini menjadi indikator bagi Sumut ke depan, bahwa proses demokrasi bisa berjalan dengan baik. Dari 23 kabupaten kota yang seharusnya menggelar pilkada, hanya dua daerah (Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun, red) yang ditunda akibat proses hukum,” terangnya,

Menurut Aulia, kesuksesan pilkada kali ini tidak terlepas dari upaya yang telah dilakukan semua pihak, koordinasi dengan partai politik, pihak keamanan, dan penyelenggara pilkada.

“Pengiriman logistik ke TPS berjalan dengan baik, dan setelah pilkada, pengembalian logistik juga berjalan dengan baik. Kita mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan seperti logistik tidak terkirim, masalah keamanan dan lain sebagainya. Koordinasi kita tingkatkan sehingga bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Di Labura Pemungutan Suara Ulang

Dari sekitar 15 ribu TPS di 21 kabupaten/kota di Sumatera Utara yang melaksanakan pilkada, sambung Aulia, hanya satu TPS yang dinyatakan melakukan pemungutan suara ulang (PSU), yaitu di TPS 3, Kelurahan Guntingsaga, Kecamatan Kualu Selatan, Kabupaten Labura.

“Ada pemilih yang melakukan pencoblosan di dua TPS, sehingga dinyatakan salah satu TPS harus dilakukan pemungutan suara ulang,” katanya, seraya menyebut PSU telah dilaksanakan pada Minggu (13/12) dan berlangsung aman.

Dia lantas berharap, proses hukum yang sedang berlangsung untuk Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun bisa segera selesai. Dengan demikian, proses pilkada bisa dilanjutkan. (AFR).

Foto: Komisioner Bawaslu Sumut, Aulia Andri. (arsip kpud-sumutprov.go.id)

  • Bagikan