Diduga Korban Pengeroyokan, Jasad Seorang Pria Ditemukan di Kebun Karet

  • Bagikan

Simalungun, BatakToday-

Seorang pria ditaksir berusia 30-an ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di areal perkebunan karet Tanjung Pasir milik PTPN 3, di Jalan Nagori Dolok, Nagori Silau Dunia, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Sabtu (12/12) pukul 08.45 WIB.

Data yang berhasil diperoleh, jasad pria ini pertama kali ditemukan empat orang pelajar Aliyah ketika bermain di areal kebun karet yang berjarak 20 meter dari perumahan Afdeling III, Kebun Tanjung Pasir.

Ketika mereka melihat tonjolan kaki berada di dalam tong air, keempat pelajar itu lari ketakutan. Mereka kemudian mengabari masyarakat Afdeling III tentang temuan itu.

“Saat main-main kami, tapi tiba-tiba kami lihat ada tonjolan kaki. Kami kasi tahu warga kampung,” kata SN, satu dari tiga pelajar yang menemuan jasad tersebut.

Kemudian warga Afdeling III berbondong-bondong menuju lokasi temuan. Setelah memastikan di dalam tong air ada jasad manusia, warga melapor ke petugas Polsek Silau Kahean.

Menit berikutnya beberapa petugas Polsek Silau Kahean dipimpin AKP Edi Supriyanto tiba di lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara.

Pada saat korban ditemukan tewas, mengenakan baju kaos warna hitam lengan pendek, celana panjang keper warna abu-abu, kulit sawo matang, rambut ikal panjang sedang dan tinggi tubuh sekitar 165 sentimeter.

Setelah jasad korban dievakuasi, tak satu pun warga Afdeling III dan sekitarnya mengenali jasad pria malang ini.

Kepentingan penyelidikan, petugas Polsek Silau Kahean membawa jasad korban menggunakan mobil ambulans ke ruangan forensik RSUD dr Djasamen Saragih di Pematang Siantar untuk dilakukan otopsi.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan petugas, jasad pria yang identitasnya belum diketahui, diduga kuat korban akibat hajaran massa.

Pada saat ditemukan, posisi kedua kaki korban tertekuk dan kedua tangan berlipat sejajar badan terikat tali pinggang warna hitam dan tali rapiah.

Korban dibenamkan di dalam tong air warna coklat terbuat dari plastik setinggi 60 sentimeter.

Tak cuma itu, jasad korban dimasukkan ke dalam rangka kotak kayu dan ditutupi beberapa karton bekas minuman mineral dan delapan unit keyboard komputer.

Terlihat wajah korban dalam kondisi bengkak dan memar serta leher dijerat tali kabel listrik, terbungkus kain sarung bermotif petak-petak warna biru dan putih.

Petugas menyita sejumlah barang bukti dari sekitar lokasi, yakni satu buah tong ember plastik, delapan unit keyboard komputer, satu kotak rak kayu, satu buah tali pinggang hitam, seutas tali rapiah hitam, satu kabel listrik panjang dua meter, dua belas kertas karton minuman mineral dan mie instan,1 helai handuk besar,1 helai kain sarung, dan 1 helai goni plastik.

Kapolsek Silau Kahean AKP Edi Supriyanto ketika dikonfirmasi mengatakan, korban diduga sengaja dianiaya hingga tewas.

“Dugaan sementara dari hasil lidik di TKP, korban bukan warga sekitar kejadian karena tidak ada warga yang kenal. Korban diduga dengan sengaja dibunuh dan dianiaya, kemudian dibuang untuk menghilangkan jejak,” beber mantan Kasat Narkoba Polres Simalungun itu.

Edi memperkirakan, korban dikeroyok massa sebelum tewas.

“Dugaan lain, melihat korban dibungkus dan ditemukan seperangkat keyboard komputer, korban dihakimi massa karena mencuri,” kata Edi. (AB)

Foto: Korban dalam kondisi terikat dan leher dijerat kabel listrik, kepala terbungkus sarung  di TKP di perkebunan karet PTPN 3, Silau Dunia. (bataktoday/ab).

  • Bagikan