Identitas Mr X di Kebun Karet Silau Dunia Terungkap

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Teka-teki identitas pria ditaksir berusia 30 yang ditemukan tewas Sabtu (12/12) di areal perkebunan karet Tanjung Pasir milik PTPN 3, di Jalan Nagori Dolok, Nagori Silau Dunia, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, terungkap setelah jenazahnya tiga hari disimpan di peti es forensik RSUD dr Djasamen Saragih, Pematang Siantar.

“Namanya Handoko (26) warga Lubuk Cue, Kabupaten Batubara,” kata Darto (56), kerabat korban saat mendatangi ruang forensik RSUD Djasamen Saragih, Pematang Siantar, Senin (14/12) pukul 15.00 WIB.

Menurut pengakuan Darto, ia mengetahui mayat Mr X itu setelah dikabari kawannya yang membaca koran yang memuat berita tentang korban.

“Ada kawan ngabari aku, menyebutkan ada identitas pria masuk koran sama persis ciri-cirinya. Selama ini kami cari-cari, karena sudah bertahun tak pernah pulang ke rumah,” ungkap Darto.

Tak lama kemudian, kata Darto, ada petugas Reskrim Polres Simalungun menemuinya dan menyarankan agar mendatangi rumah sakit di Pematang Siantar untuk lebih memastikan apakah itu memang keluarganya.

Selanjutnya Darto menumpang sepeda motor bergerak dari Kabupaten Batubara menuju RSUD Djasamen Saragih untuk melihat mayat pria tersebut.

Setiba di sana, Darto memerhatikan dengan seksama, wajah dan ciri-ciri bawaan lahir, berupa tanda petak benjolan di lengan kiri mayat tersebut.

Darto pun mengakui kepada petugas forensik bahwa mayat tersebut adalah keluarganya.

“Aku datang ingin memastikan saja. Rupanya memang benar itu mayat si Handoko,” jelasnya.

Menurut Darto, selama ini Handoko biasa mangkal di Simpang Gambus, Kabupaten Asahan dekat gudang CPO. Handoko yang masih lajang bekerja sebagai kernet truk pengangkut CPO.

Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Tri  ketika dikonfirmasi BatakToday melalui sambungan telepon selular mengatakan, sejak awal pihaknya sudah berupaya mengidentifikasi korban.

“Kita ketahui identitas mayat Mr X setelah dilakukan penyelidikan melalui database sidik jari elektronik di Mabes Polri. Dari sidik jari itulah kita ketahui identitas pelaku dan kita jumpai keluarganya,” kata Tri.

Tri belum bisa memberikan kesimpulan penyebab korban tewas dan siapa pelakunya.

“Kita masih melakukan penyelidikan semaksimal mungkin untuk mengungkap pelaku agar secepatnya tertangkap,” terang Tri. (AB)

Foto: Korban yang sudah teridentifikasi, Handoko warga Kabupaten Batubara. (bataktoday/ab)

  • Bagikan