Rumpun Bambu Diangkat, Nelayan Marelan Melaut Lagi

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Serumpun bambu besar yang terhanyut sempat menutup aliran air sungai di jembatan Sungai Deli persis di perbatasan Kecamatan Medan Marelan dan Kecamatan Medan Belawan, menyebabkan para nelayan nyaris seminggu tidak melaut, berhubung sampan nelayan tidak bisa melalui jalur tersebut.

Namun setelah alat berat milik Dinas Bina Marga Kota Medan turun dan mengangkat rumpunan bambu tersebut, nelayan diharapkan sudah bisa beraktivitas kembali.

Menurut sumber BatakToday di lapangan, kondisi ini sempat membuat para nelayan emosi karena tak kunjung ditangani. Pasalnya, sudah hampir sepekan mereka tidak melaut karena rumpun bambu besar yang menutupi jembatan tersebut.

“Sudah hampir seminggu ini kami tidak melaut Bang, gara-gara serumpun pohon bambu yang menutupi jembatan ini. Akibatnya kapal kami tidak bisa lalu lalang dari bawah jembatan,” jelas Amir, salah seorang nelayan, Selasa (15/12).

Lalu, mereka mendatangi kantor Camat Medan Marelan dan Medan Belawan, meminta agar ada tindakan untuk memindahkan atau mengangkat rumpun  bambu besar tersebut.

Camat Medan Marelan, Parlindungan Nasution membenarkan hal tersebut.

“Memang ada beberapa warga kita yang bekerja sebagai nelayan mendatangi kantor, minta tolong agar serumpunan pohon bambu besar tersebut diangkat dari Sungai Deli yang menghalangi hilir mudik kapal-kapal nelayan yang akan melaut,” terang Lindung.

Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemko Medan, dan meminta agar diturunkan alat berat dari Dinas Bina Marga untuk memindahkan atau mengangkat serumpunan pohon bambu yang menghalangi para nelayan untuk melaut.

Kepada wartawan, anggota DPRD Medan dari Dapil V, Mulia Asri Rambe mengatakan prihatin terhadap penderitaan para nelayan yang telah seminggu tidak melaut.

“Kita sangat berterimakasih sekali kepada Kadis Binamarga, Aspem dan Camat Marelan yang peduli dan tanggap terhadap nasib para nelayan. Mereka bisa pergi melaut lagi,” terangnya saat menyaksikan pengangkatan rumpun bambu bersama Asisten Pemerintahan (Aspem) Setdakot Medan, Musadad Nasution, Kadis Bina Marga Medan, dan Camat Medan Belawan, Parlindungan Nasution.

Legislator yang akrab dipanggil Bayek itu mengimbau masyarakat khususnyan yang tinggal di pinggiran sungai untuk tidak membuang sampah ke sungai.

“Kalau bukan kita yang menjaga kebersihan lingkungan kita, siapa lagi,” tegasnya (AFR)

Foto: Alat berat saat melakukan pembersihan bonggol rumpun bambu yang menghalangi aliran sungai. (bataktoday/afr).

  • Bagikan