KPU Medan Tolak Dua Warga Mengaku Saksi Redi

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

KPU Kota Medan menolak dua warga yang mengaku sebagai saksi pasangan Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma (Redi) dalam rapat pleno rekapitulasi hasil pemungutan suara di Tiara Convention Medan, Rabu (16/12).

Bahkan, dua orang warga bernama Juni Sitanggang dan Syafdi yang mengaku menjadi saksi pasangan tersebut, diminta duduk di kursi pemantau.

Pihak KPU Kota Medan tidak mengakui keabsahan keduanya sebagai saksi, karena tidak menunjukkan surat rekomendasi dari paasangan nomor urut 2.

Sebagaimana dijelaskan Sekretaris KPU Kota Medan, Maskuri Siregar, kebijakan itu disepakati karena keduanya tidak mengantongi surat pengantar secara resmi.

Meski demikian, ketidakhadiran saksi dari Redi dalam rapat pleno terbuka tidak akan membuat proses rekapitulasi terganggu.

Hasil rekapitulasi ini akan menjadi dasar penetapan bagi mereka untuk menetapkan pemenang di Pilkada Kota Medan 2015.

“Tidak ada masalah meskipun mereka tidak hadir. Kalau undangan sudah kita kirimkan,” ujarnya.

Rapat pleno itu sendiri berlangsung tanpa kehadiran pasangan calon nomor urut 2, Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma.

Sementara saksi pasangan Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution (Benar) terlihat hadir, termasuk Sekretaris Tim Pemenangan Sastra, tim kuasa hukum Ikhwaluddin Simatupang, dan beberapa saksi seperti Hamzah Sinaga dan Dedy Mas Ary.

Sementara rekapitulasi penghitungan suara yang telah dilaksanakan untuk pasangan nomor urut 1, Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution memperoleh 346.406 suara, dan pasangan nomor urut 2, Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma memperoleh suara 136.608 suara, dengan total suara untuk 21 kecamatan di Kota Medan 483.014 suara. (AFR)

Foto: Suasana rapat pleno KPU Kota Medan dengan agenda rekapitulasi perhitungan suara hasil pemungutan suara di Tiara Convention, Medan, Rabu (16/12).(bataktoday/afr)

  • Bagikan