Timses Eldin-Akhyar Ajak Semua Pihak Tetap Bersama

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Kelancaran dan keamanan pelaksanaan Pilkada Kota Medan 2015 menjadi buah harapan semua pihak. Menjelang penetapan pemenang dari penyelenggara, pembangunan ke depan menjadi tanggung jawab bersama.

Ketua tim pemenangan pasangan Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution, Syaf Lubis mengatakan hal itu kepada wartawan, Selasa (15/12).

Menurutnya, kondusifitas dan keamanan Kota Medan selama tahapan hingga pelaksanaan pemungutan suara di Pilkada Medan 2015 tercipta berkat kedewasaan masyarakat dalam berpolitik.

“Kedewasaan ini terlihat hingga saat ini, warga Medan tetap rukun dan dalam lingkupan persaudaraan. Kondisi ini diharapkan terus berlangsung hingga memasuki tahapan rekapitulasi perolehan suara tingkat KPU Kota Medan yang akan berlangsung Rabu, 16 Desember di Tiara Convention, Medan,” kata Syaf.

Pihaknya, kata Syaf, berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah menunjukkan kedewasaan berpolitik, memberikan hak suara dan tetap menjaga kondusifitas sehingga seluruh tahapan berjalan dengan baik.

Syaf yang juga Ketua DPD Partai Golkar Medan ini meminta agar seluruh pihak menghormati hasil keputusan yang akan ditetapkan.

Hal ini menurutnya penting, sebab perolehan suara tersebut murni berasal dari pilihan masyarakat saat pencoblosan berlangsung. Bahkan secara khusus kepada pendukung Benar, ia meminta agar tidak ada reaksi berlebihan untuk merayakan kemenangan perolehan suara pasangan yang mereka usung.

“Senang boleh, namun harus kita ingat bahwa setelah ini tidak ada lagi yang namanya pendukung nomor 1 maupun pendukung nomor 2. Saatnya kita semua menjadi pendukung pemerintah untuk membangun Kota Medan yang kita cintai ini,” ujarnya.

Menurut Syaf, salah satu syarat agar para pendukung tidak lagi terkotak-kotak pasca pilkada adalah sikap kenegarawanan yang ditunjukkan oleh calon yang mereka usung.

“Sikap kenegarawanan itu sangat penting. Yang menang harus menyayangi yang kalah, begitu juga sebaliknya yang kalah hormati kemenangan orang lain. Kalau ini tercipta, saya yakin semua pendukung akan bersatu pasca pilkada ini,” sebutnya.

Terpisah, Pengamat sosiologi politik, Prof DR HM Arif Nasution MA mengatakan, pemilihan wali kota sudah usai, kini saatnya masyarakat kembali ke lingkungannya masing-masing untuk bersama-sama membangun Kota Medan.

Kondisi ini penting untuk menjaga kekondusifan dan menghargai proses demokrasi yang sudah terlaksana. Ke depan, paparnya, partai politik harus banyak melibatkan masyarakat untuk pencalonan seseorang menjadi calon kepala daerah.

Menurut Arif, partai politik tidak selayaknya membebani calon dengan uang mahar, tapi justru membantu memberikan dana kampanye, serta tidak ada beban-beban lanjutan setelah menang.

Sisi lain, praktisi hukum Ikhwaluddin Simatupang menyayangkan adanya pernyataan dari pihak-pihak tertentu yang menginginkan adanya pilkada ulang di Kota Medan dengan alasan tingkat partisipasi yang sangat rendah.

Pengamat yang juga mantan anggota KPU dan Panwas ini menjelaskan, pernyataan tersebut merupakan pernyataan yang tidak memiliki dasar sama sekali.

Sebab, sesuai UU Nomor 1 tahun 2015 juncto UU Nomor 8 tahun 2015, disebutkan pemungutan suara lanjutan dan susulan hanya dapat dilakukan jika terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, dan bencana alam.

Menurutnya aturan pilkada susulan jika partisipasi pemilih dibawah 50 persen itu hanya berlaku jika penyebab rendahnya partisipasi pemilih tersebut karena adanya kerusuhan, gangguan keamanan dan bencana alam.

Artinya, papar Ikhwaluddin, akibat adanya situasi-siatuasi tersebut, maka orang tidak bisa menggunakan hak suaranya sehingga partisipasi dibawah 50 persen.

“Itu bisa diulang. Namun kalau situasi kondusif namun partisipasi pemilih rendah, bukan itu yang dimaksud dalam pasal 2 tersebut,” pungkasnya. (AFR)

Foto: maskot Pilkada Kota Medan Tahun 2015.

  • Bagikan