CCTV Dishub Tobasa Senilai Ratusan Juta Tak Berfungsi

  • Bagikan

Toba Samosir, BatakToday-

Sebanyak enam unit closed circuit television (CCTV) yang diadakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Toba Samosir pada tahun 2014, dengan nilai Rp 149 juta, sudah tidak berfungsi. CCTV itu kini terkesan hanya sebagai pajangan dan aksesoris saja. Tak heran, sejumlah pegiat antikorupsi di Kabupaten Toba Samosir menduga telah terjadi penyelewengan anggaran dalam kegiatan tersebut.

Ketua LSM New Tapanuli Corruption Watch (NTCW) Jorris Sirait, kepada BatakToday, Rabu (16/12) di kantornya mengatakan, pengadaan CCTV di Dinas Perhubungan Toba Samosir yang bersumber dari APBD 2014 itu patut diduga sarat korupsi.

“Selain tidak berfungsi, anggaran pengadaan 6 unit pemasangan CCTV itu juga diduga keras digelembungkan,” ujar Jorris.

Jorris mengatakan, jika pengadaan dan pemasangan CCTV tersebut dilaksanakan sesuai anggarannya yang mencapai ratusan juta rupiah, maka diyakini CCTV itu hingga saat ini pasti masih berfungsi.

“CCTV yang bagaimana rupanya yang dipasang mereka, sehingga dananya mencapai Rp150 juta. Itu pun tidak berfungsi pula,” tandasnya.

Ditegaskannya, dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan pejabat terkait dan rekanan ke penegak hukum.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Toba Samosir, JB Sianipar ketika dikonfirmasi di ruangannya, mengatakan CCTV tersebut pernah berfungsi.

“CCTV itu pernah kita fungsikan beberapa bulan, namun saat ini yang berfungsi hanya satu titik saja. Siapa yang mengatakan itu tidak berfungsi, apa buktinya,” kata JB Sianipar, Rabu (16/12).

Hanya saja, kata Sianipar, CCTV yang diletakkan di 6 titik itu secara bertahap akhirnya tidak berfungsi, dan yang masih berfungsi hanya satu titik, yakni CCTV yang berada di kantor Dishub.

Lima unit CCTV yang tidak berfungsi terletak di Soposurung, Bundaran Balige, Simpang Jalan Gereja HKBP Balige, dan dua unit di Pelabuhan Balige.

Menurut Sianipar yang juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan CCTV tersebut, penyebab kerusakan CCTV itu karena faktor alam yakni angin dan petir, faktor manusia, dan kerusakan komponen.

Sesuai amatan BatakToday, monitor CCTV yang diletakkan di atas pintu masuk kantor Dishub juga terlihat tidak berfungsi. Seyogyanya CCTV tersebut mempermudah petugas untuk memantau arus lalu lintas di jalan raya. (AP)

Foto: Monitor CCTV yang terletak di atas pintu masuk kantor Dinas Perhubungan Toba Samosir terlihat tak berfungsi sehingga terkesan hanya sebagai pajangan saja. (bataktoday/ap)

  • Bagikan