Gari 88 Demo, Tuntut Pengusutan Pengujian Kendaraan di UPPKB Dishub

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Aspirasi Rakyat Indonesia (Gari) 88 melakukan unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Rabu (16/12), menuntut institusi penegak hukum tersebut untuk mengusut pelanggaran standard operating procedure (SOP) pengujian berkala kendaraan bermotor yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Pengujian Kendaraan Bermotor (UPPKB) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pematang Siantar.

Candra, salah seorang demonstran mengatakan, UPPKB Dishub diduga menerbitkan surat keterangan hasil lulus uji tanpa menguji kendaraan, karena fakta yang ditemukan Gari 88, sebagian besar peralatan utama penguji kendaaraan di UPPKB dalam kondisi rusak parah.

“Layak diduga bahwa UPPKB Pematang Siantar telah melakukan penipuan publik yang dapat digolongkan sebagai tindak pidana penipuan dan pemalsuan keterangan,” kata Candra.

Pada kesempatan tersebut, Koordinator Gari 88, Agustian Tarigan mengatakan, sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam Pasal 10 ayat 2 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 133 tahun 2015 tentang pengujian kendaraan bermotor juncto Pasal 160 Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2012 tentang Kendaraan, ditegaskan, bahwa pengujian kendaraan bermotor, wajib menggunakan peralatan uji.

Agustian selanjutnya menjelaskan, pada pasal 19 ayat 4 peraturan yang sama juga mengatur, bahwa unit pelaksana pengujian kendaraan bermotor yang tidak melakukan kalibrasi peralatan, maka hasil uji dinyatakan tidak sah.

Menurut Agustian,  tindakan Dishub Kota Pematang Siantar merupakan penipuan publik dan melanggar ketentuan yang berlaku, karena tujuan dari pengujian kendaraan bermotor tidak lagi terpenuhi.

“Ini dapat digolongkan sebagai tindakan penyalahgunaan wewenang dan pemalsuan surat-surat seperti yang tertuang dalam Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” ujarnya.

Setelah orasi sekitar setengah jam, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Pematang Siantar, Ondo Purba mengajak pengunjuk rasa untuk melakukan dialog di aula kejaksaan.

Setelah mendengar paparan dari Gari 88,  Ondo mengatakan apa yang disuarakan pengunjuk rasa adalah gawean dari kepolisian.

“Kejaksaan memang merupakan lembaga penegak hukum. Tapi yang lebih berwenang untuk menangani ini adalah Polresta Pematang Siantar. Jadi saudara-saudara silakan melapor ke polisi. Tentunya, kalau nanti pihak UPPKB terbukti lakukan pemalsuan keterangan, maka nanti kasusnya akan naik sama kami,” kata Ondo.

Mendengar penjelasan itu, pengunjuk rasa membubarkan diri dan meninggalkan kantor Kejari Siantar.

Agustian Tarigan kepada BatakToday mengatakan, dalam waktu dekat Gari 88 akan segera membuat pengaduan resmi ke Polresta Pematang Siantar. (EM)

Foto: Massa Gari 88 saat berdemo di Kejari Pematang Siantar, Rabu (16/12).  (bataktoday/em).

  • Bagikan