Ini Penyebab Golput Menang di Medan

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Tingkat partisipasi pemilih Pilkada Kota Medan 2015 sangat rendah, tak lebih dari 30 persen dari 1,985 juta daftar pemilih tetap (DPT) yang ada.

Salah satu penyebabnya diperkirakan karena dua pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan,Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution dan Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma dianggap kurang memiliki “nilai jual”, dalam menjawab persoalan Kota Medan.

“Para stakeholder Pilkada Kota Medan gagal, terutama partai-partai yang mengusung calon Wali Kota Medan, sehingga rakyat kurang minat,” kata Ketua Forum Sumut Lawan Koruptor, Wesly Suta Fernando Simanjuntak kepada BatakToday, Selasa (15/12).

Wesly yang juga tergabung dalam Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) itu mengatakan, maraknya kasus korupsi oleh para kepala daerah di Sumut terutama Kota Medan, juga menambah tingkat apatisme warga untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

“Sudah dua kali Wali Kota Medan masuk bui akibat tindak pidana korupsi, jangan sampai tiga kali, bukan hanya malu tapi benar-benar kebodohan,” katanya.

Kemenangan petahana, Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution berdasarkan hasil perhitungan sementara, menurut dia belum mewakili mayoritas warga Kota Medan.

“Artinya warga Medan tak puas selama kepemimpinan Dzulmi Eldin. Menurutku yang milih Pak Eldin hanya simpatisan partai pendukung saja, sedangkan warga menganggap kedua pasangan calon belum mampu menjadi ikon antikorupsi,” tambahnya.

Kondisi kota Medan yang begitu-begitu saja, lanjut Wesly, membuat pemilih semakin malas datang ke TPS, ditambah latar belakang kedua pasangan calon yang diragukan untuk bisa memajukan Kota Medan.

“Pelayanan publik lambat akibat birokrasi Pemko Medan tidak becus, infrastruktur parah, semrawut alias tidak disiplin, sampah berserakan, dan maraknya praktik korupsi akibat tidak adanya transparansi selama ini membuat warga bosan,” ujar Wesly lagi.

Wesly berharap, agar partisipasi pemilih pada pilkada mendatang meningkat, maka para stakeholder pilkada harus bersinergi dan sungguh-sungguh melaksanakan tugasnya dengan bersosialisasi yang benar dan efektif, sehingga motivasi masyarakat untuk memilih calon pemimpinnya terpacu.

“Ini juga pelajaran buat partai-partai. Hendaknya partai bukan hanya melirik kemampuan finansial seorang calon, tetapi juga track record, kapabilitas dan kredibilitas calon yang bisa dipercaya membawa perubahan sesuai yang diinginkan,” tutupnya. (AP)

Foto: Ketua Forum Sumut Lawan Koruptor, Wesly Suta Simanjuntak. (bataktoday/ap)

  • Bagikan