Jumsadi: Investor Harus Dipermudah, Bukan Dipersulit

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Penyumbang terbesar pendapatan masyarakat dan Pemko Pematang Siantar adalah sektor perdagangan dan jasa. Untuk itu, infrastruktur dan pelayanan publik harus terus dibenahi dalam berbagai aspek, termasuk memberikan kemudahan layanan investasi, agar makin banyak pelaku bisnis yang bersedia membuka usahanya.

“Jangan sampai ada instansi di Pemko Pematang Siantar yang mempersulit proses perizinan, serta membuat macam-macam kebijakan yang membebani para investor,” tegas Penjabat Wali Kota, Jumsadi Damanik saat menerima kedatangan Rektor Universitas Simalungun (USI), Prof Dr Marihot Manullang dan rombongan, Rabu (16/12) di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan MH.Sitorus.

Sebagai pendukung bidang perdagangan dan jasa tersebut, sektor pariwisata juga harus turut dikembangkan. Artinya, kota yang menjadi pintu gerbang wisata Parapat dan Danau Toba ini harus memikirkan terobosan baru yang bernilai ekonomis. Apalagi di Kota Pematang Siantar banyak situs-situs sejarah yang bisa menjadi objek wisata historis.

“Untuk itu, tentu kita harus menyiapkan berbagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan orang yang akan singgah, seperti akomodasi perhotelan, hiburan, transportasi yang nyaman, aman dan cepat, kuliner yang berkualitas, masyarakat yang ramah dan lain-lain, berbasis teknologi informasi,” kata Jumsadi.

Jumsadi mengingatkan, dibukanya jalur alternatif dari Saran Padang (Simalungun) menuju Kuala Namu Medan lintas Lubuk Pakam bisa mengurangi perputaran ekonomi di Kota Pematang Siantar, karena warga Kabupaten Simalungun tidak lagi melalui Kota Pematang Siantar jika bepergian ke bandara dan Medan.

Belum lagi pengaruh aktivitas Bandara Silangit di Tapanuli Utara yang rata-rata mengangkut 2.600-3000 orang per bulan lewat udara, makin mengurangi orang yang melintasi Kota Pematang Siantar.

“Bisa-bisa terkucil kota ini jika kita tak menyikapi perkembangan yang berlangsung cepat tersebut,” ujarnya.

Rektor USI Prof Dr Marihot Manullang sepakat dengan apa yang dicetuskan Jumsadi.

“Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei harus dilihat sebagai peluang ekonomi bagi Kota Pematang Siantar. Kami dari USI juga tengah menjajaki berbagai potensi ekonomi yang bisa dikelola, paling tidak untuk inkubator sertifikasi pekerja di kawasan KEK tersebut,” ujar Manullang.

Rektor juga sepakat dengan komitmen Pj Wali Kota untuk membangun Kota Pematang Siantar menjadi salah satu destinasi wisata di Sumatera Utara.

Justru untuk mendukung pemikiran tersebut, Rektor melihat bahwa Kota Pematang Siantar harus memikirkan pembangunan sektor pendidikan, seperti banyak kampus terkenal di luar negeri, domisilinya juga berada di desa-desa yang jauh dari kebisingan.

“Jika ini terealisasi, tentu akan banyak mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, karena akan banyak orang dari luar datang untuk sekolah atau kuliah di sini,” ungkapnya. (tg/rel).

Foto: Pj Wali Kota Jumsadi Damanik dan Rektor USI Prof Dr Marihot Manullang, foto bersama sejumlah pejabat. (bataktoday/rel)

  • Bagikan