Pemko Medan Galang Komitmen Bersama Penanggulangan Kemiskinan

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Pemko Medan menggelar Forum Publik Penanggulangan Kemiskinan yang bertujuan untuk mendorong tranparansi penyelenggaraan program kegiatan penanggulangan kemiskinan, sekaligus membangun keinginan untuk berpartisipasi bagi para stakeholder, seperti akademisi, perguruan tinggi, pengusaha, pekerja sosial, dan kelompok masyarakat lainnya.

Selain dialog, kegiatan diisi dengan pameran produk masyarakat penerima manfaat, pengukuhan Tim Bussiness Development Community (BDC) Kota Medan, penyerahan bantuan serta launching jargon “Binar” (bintang bersinar) yang merupakan jargon penanggulangan kemiskinan Kota Medan.

Penjabat Wali kota Medan diwakili Sekda Kota Medan,  Syaiful Bahri Lubis mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud komitmen semua pihak dalam penanggulangan kemiskinan.

“Saya yakin, upaya Pemko Medan dan kita semua untuk menurunkan tingkat kemiskinan satu persen per tahun bisa terwujud, apabila semua pihak saling memberikan kontribusi konkret dalam penanggulangan kemiskinan,” kata Syaiful di Hotel Emerald Garden Jalan Putri Hijau Medan, Rabu (16/12).

Pemko Medan secara terencana dan terintegrasi terus mengelola berbagai kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan yang diselenggarakan bersama-sama dengan seluruh stakeholder.

Menurutnya, kemiskinan merupakan salah satu masalah dan tantangan pokok dalam pembangunan  kota yang sering bersifat multi dimensi. Kemiskinan bahkan cenderung merupakan persoalan pembangunan yang kompleks dan terkait dengan berbagai dimensi, yakni sosial, ekonomi, budaya, politik, serta dimensi ruang dan waktu.

Upaya penanggulan kemiskinan, menurut Syaiful, akan lebih efektif jika dapat dilakukan secara terintegrasi dan komprehensif, dengan melibatkan seluruh masyarakat dan pemerintah daerah, serta dikelola secara mandiri dan berkelanjutan. Pemko Medan juga tengah mempersiapkan sistem terpadu dan komprehensif yang sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal dalam penanggulangan kemiskinan.

Atas pemahaman ini, ungkap Syaiful, Pemko Medan bersama dengan DPRD Medan telah melahirkan Perda No.5/2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan, yang antara lain mengatur bahwa APBD harus mengalokasikan minimal 10 persen dari total PAD-nya untuk program-program penanggulangan kemiskinan.

“Untuk itu, mari terus kita tingkatkan partisipasi untuk membangun kota ini. Terus maju dan berkarya, terutama dalam menurunkan angka kemiskinan kota, untuk kota yang semakin layak huni bagi semua masyarakat tanpa kemiskinan,” ajaknya.

Dalam laporannya, Kepala Bappeda Kota Medan, Zulkarnain menjelaskan, forum ini diharapkan dapat mendorong peningkatan informasi dan integrasi dalam program penanggulangan kemiskinan Kota Medan, melalui pemberdayaan masyarakat perkotaan. Juga memberikan kesempatan meningkatkan keperdulian publik  tentang keberlanjutan dan kemitraan program  penanggulangan kemiskinan di Kota, dan secara khusus mendorong partisipasi Coorporate Social Responsibility (CSR) dunia usaha dan BUMN dalam penanggulangan kemiskinan.

Hadir sebagai pembicara dari Kementerian Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan Republik Indonesia, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Bappeda Sumut serta narasumber lain yang relevan. Selain itu, forum juga menampilkan testimoni dua orang warga dari unsur PNPM Mandiri Perkotaan dan PKH Kota Medan. (AFR)

Foto: Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis saat memberikan sambutan dan arahan pada pembukaan Forum Publik Penanggulangan Kemiskinan di Hotel Emeral Garden Medan, Rabu (16/12). (bataktoday/afr)

  • Bagikan