Ria Telaumbanua Akui RSUD Belum Mandiri

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Ria Novida Telaumbanua mengakui sejak berubah status menjadi badan layanan umum daerah (BLUD) pada 16 Agustus 2013 hingga sekarang, pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih Pematang Siantar belum sepenuhnya mandiri.

“Penyebabnya, ada sejumlah regulasi maupun kebijakan yang membutuhkan penyelesaian segera, namun hingga kini masih belum tuntas,” dalihnya saat dikunjungi Penjabat Wali Kota, Jumsadi Damanik, Rabu (16/12).

Perempuan yang menjabat sebagai direktur itu menyebut, sejauh ini pengelolaan keuangan belum mengacu pada mekanisme sistem informasi manajemen daerah (SIMDA), peraturan daerah tentang struktur manajemen dan karyawan serta minimnya subsidi pemerintah, sementara sistem BLUD masih proses transisi.

“Rencananya, setelah empat tahun berproses, barulah bisa diharapkan bisa mencapai target mandiri,” ujarnya lagi.

Kepada Jumsadi, Ria bersama seluruh jajaran direksi meminta komitmen Pemko Pematang Siantar untuk membantu menuntaskan berbagai persoalan yang ada di rumah sakit plat merah itu.

“Sebagai rumah sakit tipe B, RSUD dr Djasamen ini menjadi rujukan regional bagi daerah Tapanuli Utara, Toba Samosir dan Simalungun, selain Pematang Siantar. Tetapi karena ada sistem rujukan berjenjang yang diterapkan pemerintah, pasien yang datang ke RSUD ini menjadi terbatas, sebab harus melewati rumah sakit tipe C dulu, sebelum ke sini,” ujar Ria.

Namun demikian, katanya, RSUD yang memiliki lahan 12,28 hektar dan luas bangunan 16.800 meter persegi dengan 200 kapasitas tempat tidur terus mereka benahi.

Bukan hanya infrastruktur fisik, tenaga medis secara bertahap juga mendapat pendidikan dan pelatihan agar bisa profesional melayani pasien berbasis teknologi informasi.

“Hanya ada 2 rumah sakit tipe B Pendidikan di Sumatera Utara, selain Djasamen adalah RS Adam Malik Medan. Kita beruntung letak rumah sakit ini strategis di tengah kota dan di tepi jalan lintas,” imbuhnya.

Jumsadi pun berjanji untuk segera menuntaskan berbagai persoalan yang ada demi percepatan profesionalisme RSUD dr Djasamen Saragih dalam menjalankan sistem BLUD secara penuh.

“Saya sudah melihat sendiri tadi berbagai perubahan dan pembenahan, baik fisik maupun layanan medis. Saya juga sudah bisa memahami apa yang tengah dirisaukan pihak manajemen dari penjelasan Ibu Direktur tadi. Proses BLUDnya sudah berjalan, tapi masih ada kendala yang harus kita tuntaskan dalam waktu dekat bersama pihak-pihak terkait,” tegasnya.

Untuk itulah, papar Jumsadi, pihak manajemen diminta segera menginventarisir lebih detail berbagai persoalan yang ada menurut skala prioritas. Berbagai terobosan yang sudah baik diminta untuk diteruskan, yang kurang segera dievaluasi untuk dicarikan solusinya. Dengan demikian, RSUD yang dikelola 29 dokter spesialis, 10 dokter gigi, 31 dokter umum, 327 perawat/bidan dan 498 tenaga kesehatan lainnya ini bisa lebih cepat mandiri.

Masalah kurang disiplinnya sejumlah dokter PNS yang lebih mengutamakan bekerja di rumah sakit swasta, Jumsadi berjanji akan mencari jalan keluarnya. Demikian juga kebijakan BPJS Kesehatan yang dinilai turut merugikan rumah sakit pemerintah ini juga harus segera dibicarakan dengan Kementerian Kesehatan.

Seorang dokter spesialis RSUD dr Djasamen Saragih yang meminta identitasnya tidak diungkap, kepada BatakToday mengatakan, terjadi salah kelola RSUD dr Djasamen Saragih selama lima tahun terakhir.

“Manajemen RSUD Djasamen menggunakan logika terbalik. Mengejar status, baru membenahi pelayanan. Seharusnya, benahi dulu pelayanan, maka status dan akreditasi otomatis mengikut,” pungkasnya ketika dihubungi BatakToday melalui telepon selular, Kamis (16/12) malam.

“Substansi instalasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit bukan status atau akreditasinya, tetapi kualitas pelayanannya,” terangnya.

Menurutnya, anggaran belanja yang dialokasikan Pemko Pematang Siantar saat ini hampir sepuluh kali lipat dibanding tahun 2010, tetapi kualitas pelayanan justru menurun drastis.

“Siapa pun kelak yang duduk sebagai wali kota Siantar, sebaiknya memilih direktur yang memiliki kompetensi dan integritas yang memadai,” tutupnya.   (tg/rel/ajvg)

Foto: Penjabat Wali Kota Pematang Siantar, Jumsadi Damanik saat menerima penjelasan Direktur RSUD dr Djasamen Saragih, Ria Telaumbanua. (bataktoday/tg)

  • Bagikan