Tak Mampu Bayar Utang, Pemborong Ini Terancam Masuk Bui

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

MD Siregar (50), warga Jalan Asahan, Nagori Sitalasari, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun terancam masuk bui.

Pasalnya, Siregar yang berprofesi sebagai pemborong, dilaporkan ke Polresta Pematang Siantar oleh Nurlentina boru Simangunsong (58) warga Jalan Lingga, Kelurahan Toba, Kecamatan Siantar Selatan, Pematang Siantar, Kamis (17/12).

Siregar dilaporkan dengan tuduhan melakukan penipuan terhadap Nurlentina, yang juga memiliki pekerjaan serupa dengan Siregar.

Cerita bermula pada tahun 2012, Siregar menemui Nurlentina untuk meminjam uang berhubung ada proyek di Pemko Pematang Siantar. Siregar pada saat itu mengiming-imingi Nurlentina bagi hasil jika proyek sudah selesai dikerjakan.

Karena sudah saling mengenal, Nurlentina pun menyerahkan uang Rp 30 juta kepada Siregar pada 6 September 2012.

Beberapa hari kemudian, pada 21 September 2012, Siregar kembali menemui Nurlentina di kediamannya untuk memintah tambahan modal proyek.

Tanpa curiga sedikit pun, Nurlentina kembali menyerahkan uang Rp 70 juta kepada Siregar lengkap memakai kuitansi penyerahan uang.

Ketika itu, Siregar berjanji pada Nurlentina akan melunasi semua utangnya bila proyek selesai dikerjakan pada 17 Desember 2012.

Namun saat tiba waktu sebagaimana dijanjikan, Siregar tidak bisa melunasi utangnya kepada Nurlentina. Nurlentina beberapa kali menagih, Siregar selalu memberikan alasan agar diberikan tambahan waktu.

Meski sudah diberikan tambahan waktu, Siregar tak juga beritikad baik membayar utang dan dia terus berjanji akan membayar dengan cara mencicil.

“Terakhir pada Juni 2015, aku kembali menjumpai Siregar, namun janjinya mencicil utang tak pernah dia lakukan,” terang Nurlentina saat ditemui di Polresta Pematang Siantar.

Kanit SPKT II Polresta Pematang Siantar, Aiptu Ardan membenarkan pihaknya menerima laporan Nurlentina.

“Laporan korban sudah diterima. Korban memberikan pinjaman uang untuk mengerjakan proyek, tapi ketika ditagih, pelaku tak bisa membayar utangnya. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian Rp 100 juta,” terang Ardan. (AB)

Foto:

Nurlentina boru Simangunsong saat membuat laporan di ruangan SPKT Polresta Pematang Siantar, Kamis (17/12). (bataktoday/ab).

  • Bagikan