Jaksa Tunda Sidang Tuntutan Bandar Narkoba Hingga Empat Kali, Ada Apa?

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Kejaksaan Negeri Pematang Siantar menunda sidang kasus narkoba dengan terdakwa Atan Makmur alias Oong, yang dikenal kaki tangan Alvin Lehu, bandar sabu-sabu di Kota Pematang Siantar.

Sebelumnya direncanakan sidang Kamis (17/12), untuk pembacaan tuntutan terhadap terdakwa. Namun mendadak ditunda oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Pematang Siantar, Secsio Jimec boru Nainggolan, tanpa alasan yang jelas.

“Hari ini juga ditunda. Kami belum bisa membaca tuntutan karena ada perintah dari atasan kami (Kejari,red). Ini empat kali lah ditunda,” katanya, namun enggan menerangkan penyebab ditundanya sidang agenda tuntutan tersebut.

Dia menambahkan, mereka berencana menuntut Atan Makmur secara bersamaan dengan terdakwa Briptu Sotardodo, seorang personel Polri yang juga memiliki kasus kepemilikan sabu-sabu.

“Pembacaan tuntutannya nanti kita samakan dengan Sotardodo. Di bulan Januari 2016 rencana kita. Kalau nggak bisa bersamaan, rencana kita jadwalnya kita buat dekat-dekatan harinya,” sebutnya.

Saat ditanyakan apakah rencana tuntutan (rentut) untuk kedua terdakwa sudah diturunkan dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Secsio menuturkan bahwa masalah tuntutan tersebut bukan urusan wartawan.

“Jangan dalam kali kalian tanya ke arah itu, bukan urusan kalian itu,” katanya dengan nada tinggi.

Terdakwa kasus narkoba, Atan Makmur. (bataktoday/ab)
Terdakwa kasus narkoba, Atan Makmur. (bataktoday/ab)

Saat disampaikan sudah ada informasi miring di masyarakat bahwa tuntutan jaksa coba dipermainkan, jaksa wanita ini membantahnya.

“Kalian yang menyimpulkan itu, bukan masyarakat,” ketusnya.

Dia  menuturkan ditundanya kasus tersebut hingga empat kali bukanlah masalah bagi mereka (kejaksaan, red).

“Ini bukan masalah, ini urusan kami, jangan terlalu dalam kalian tanya-tanya,” katanya.

Sementara Humas Pengadilan Negeri Pematang Siantar, M Nurzuly mengaku belum ada koordinasi dari pihak kejaksaan terkait penundaan sidang atas terdakwa Atan  Makmur alias Oong.

“Gitu ya, ini hari rencana sidang, tapi terkait penundaan pihak kejaksaan belum ada koordinasi sama kami.Tapi sesuai persidangan yang lalu agendanya hari ini membacakan tuntutan,” ungkap M Nurzuly.

Terpisah, Besar Banjarnahor selaku kuasa hukum Atan Makmur membenarkan agenda sidang Kamis (17/12),  membacakan tuntutan dari jaksa penuntut umum.

“Hari ini disidangkan kok, maka saya datang. Sudah dikondisikan maka saya datang ke pengadilan dan sampai saat ini pihak kejaksaan belum mengabari penundaan sidang tuntutan ini,” jelas Banjarnahor.

Ditambahkannya jadwal sidang tuntutan terhadap Atan Makmur sebelumnya sudah dimusyawarahkan.

“Kesepakatan karena bolak balik tunda sidang tuntutan, maka pada sidang minggu lalu disepakati hari ini disidangkan. Itu atas musyawarah pihak jaksa, majelis hakim dan pengacara,”terangnya.

Besar Banjarnahor kemudian menyayangkan sikap Kejari Pematang Siantar yang menunda-nunda persidangan sampai empat kali.

“Di sini jaksa yang salah. Seharusnya tuntutan itu jika sudah turun langsung dibacakan, karena kasus narkoba harus diprioritaskan. Apalagi kasus ini sudah termasuk kejahatan terorganisir atas peredaran narkoba.” terang Banjarnahor.

Sebelumnya, beberapa bulan lalu Atan Makmur bersama Esra Ginting ditangkap oleh Polresta Pematang Siantar dengan barang bukti hampir 100 gram sabu-sabu dari Jalan Pane, Pematang Siantar. (AB).

Foto :

JPU di Kejari Pematang Siantar, Sescio Jimec boru Nainggolan. (bataktoday/ab).

  • Bagikan