Gagal Merampok, Dua Polisi Gadungan Dipukuli Warga

  • Bagikan

Simalungun, BatakToday-

Dua polisi gadungan bersenjata pistol mainan, babak belur dipukuli beramai-ramai oleh warga setelah gagal  merampok korban, Rijal Rizky (25) warga Nagori Marihat Ulu, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Minggu (20/12) sekitar pukul 12.30 WIB.

Keduanya, Nanda (32) warga Jalan Sibatubatu, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, dan Dedy (35) warga Jalan Kartini, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Pematang Siantar.

Menurut pengakuan Rizal kepada BatakToday, kejadian berlangsung saat dia naik sepeda motor menuju rumah temannya di Simpang Kultur Jaringan, Marihat Ulu.

Dalam perjalanan, dia berpapasan dengan kedua pelaku yang berboncengan naik sepeda motor Honda Mega Pro warna hitam nopol BK 6692 CB.

Selanjutnya kedua pelaku putar arah, kemudian menyetop sepeda motornya sehingga dia berhenti. Begitu turun, salah seorang pelaku mendekati dirinya, sedangkan satu lagi standby di atas sepeda motor.

“Pertama pelaku memberi salam hormat, habis itu bajunya diangkat dan ditunjukkan beceng (pistol, red) yang diselip di pinggangnya. Pelaku lalu seperti seorang polisi memintaku menunjukkan STNK dan KTP serta BPKB keretaku,” ungkapnya.

Namun, setelah menunjukkan STNK, KTP dan BPKB, pelaku mengambil kunci sepeda motor dan memaksa Rijal agar ikut ke kantor guna menyelesaikan masalah.

Rijal menolak sembari mengatakan agar pelaku bersabar menunggu orang tuanya tiba setelah dihubungi melalui telepon seluler.

Tiba-tiba pelaku menodongkan pistol mainan tepat di kepala Rijal. Meski kepalanya telah ditodong, Rijal tidak merasa takut, dan akhirnya terlibat duel setelah pelaku mencoba merampas ponsel dan sepeda motornya.

Di tengah duel berlangsung, sejumlah warga dan seorang tentara, Kopral Surahno, yang bertugas di Batalyon Yonif 122 Tombak Sakti melintas di lokasi kejadian.

Sadar sudah tidak bisa lagi melakukan aksinya, kedua pelaku berusaha kabur menggunakan sepeda motor. Namun sial, warga yang tahu keduanya bermaksud untuk merampok, melakukan pengejaran.

Kebetulan satu unit mobil penumpang (mopen) jurusan Marihat melintas dari arah depan dan secara cepat menghalangi laju sepeda motor pelaku.

Setelah ditangkap, warga ramai-ramai memukuli kedua pelaku hingga babak belur. Beruntung, Kopral Surahno dengan cepat mengamankan pelaku ke markas Batalyon Yonif 122 Tombak Sakti, sebelum kemudian diserahkan ke Polsek Bangun.

Kopral Surahno mengaku, saat kejadian sedang melintas naik sepeda motor dan melihat Rijal berduel dengan kedua pelaku.

“Pas tadi lewat naik kereta, kulihat Rijal lagi duel, makanya kudekati. Kukira mereka berantam, dan saya bermaksud mau melerai. Salah satu pelakunya sempat melawan,” terang Surahno.

Kapolsek Bangun AKP Hatopan Silitonga ketika dikonfirmasi BatakToday mengatakan, pihaknya sudah mengamankan kedua pelaku.

“Sudah kita amankan. Kedua pelaku sudah diperiksa untuk mengungkap peristiwa lain yang terjadi belakangan hari ini,” jelas Hatopan.

Sementara, sejumlah personel Reskrim Polresta Pematang Siantar datang ke Polsek Bangun untuk berkoordinasi, memastikan apakah pelaku ada kaitan dengan aksi perampokan dengan modus yang sama yang terjadi di Kota Pematang Siantar. (AB)

Foto: Kedua pelaku, Nanda dan Dedy saat diamankan. (bataktoday/ab)

  • Bagikan