Target PAD Siantar Turun, Ini Alasan Jumsadi Damanik

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Penjabat Wali Kota Pematang Siantar, Jumsadi Damanik akhirnya membacakan nota jawabannya atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Pematang Siantar terhadap Rancangan APBD 2016, pada sidang paripurna DPRD di Gedung Harungguan Bolon, Jalan Haji Adam Malik, Senin (21/12) sekitar pukul 14.00 WIB.

Rapat paripurna pembacaan nota jawaban Wali Kota ini merupakan lanjutan dari rapat paripurna yang ditunda pada Sabtu (19/12) malam, akibat kehadiran anggota dewan tidak kuorum.

Rapat paripurna dengan agenda tunggal nota jawaban wali kota dipimpin Ketua DPRD Eliakim Simanjuntak didampingi Wakilnya Timbul Marganda Lingga, dihadiri 20 orang anggota DPRD setempat.

Pada nota jawaban setebal 25 halaman itu, Jumsadi  menjelaskan tidak tercapainya target retribusi parkir di tepi jalan umum tahun 2015 disebabkan perikatan dengan pihak ketiga baru dilakukan pada pertengahan tahun berjalan.

Selain itu, pihak ketiga juga dihadapkan dengan berbagai permasalahan di lapangan, baik internal maupun eksternal. Namun demikian, Jumsadi tetap berharap pihak ketiga segera menyelesaikan seluruh kewajibannya sesuai kontrak sebelum tahun 2015 berakhir.

Mengenai penertiban pedagang kaki lima di trotoar dan bangunan-bangunan liar yang dipertanyakan para wakil rakyat, Jumsadi menjelaskan tengah dikaji penyelesaiannya oleh Satpol PP.

Maraknya pasar modern yang menjadi pesaing usaha lokal, Pj Wali Kota menjelaskan bahwa pendirian pasar modern ke depan dilakukan dengan pembatasan izin dan lokasi.

Selain itu, perlu dilakukan penguatan usaha kecil dan menengah melalui pemberian dana bergulir yang sudah dimulai sejak tahun 2012, untuk mendorong produk-produk unggulan daerah yang siap bersaing di pasar global.

Jumsadi mengungkapkan, salah satu penyebab menurunnya target PAD 2016 dibanding 2015 adalah menurunnya pendapatan badan layanan umum daerah (BLUD) RSUD dr Djasamen Saragih dari klaim BPJS Kesehatan.

Penurunan klaim BPJS terutama disebabkan aturan yang mengharuskan pelayanan rujukan dimulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di rumah sakit tipe C, dan baru ke tipe B jika rumah sakit tipe C tidak sanggup melakukan penanganan medis terhadap pasien BPJS.

“Karena RSUD merupakan tipe B, maka kapitasi BPJS FKTP praktis menurun pada 2016 karena masyarakat lebih dominan berobat ke klinik,” urainya.

Wali Kota itu juga menjelaskan tentang struktur Rancangan APBD 2016 yang dijabarkan dalam Rencana Kerja SKPD, baik yang bersifat wajib maupun pilihan yang merupakan aspirasi masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).

Pantauan BatakToday, usai pembacaan Nota Jawaban Wali Kota, rapat paripurna diskors dan langsung dilanjutkan dengan rapat komisi-komisi DPRD guna membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) Kota Pematang Siantar tentang APBD 2016.

Sumber BatakToday di RSUD Djasamen Saragih ketika dikonfirmasi tentang penurunan klaim BPJS, menolak alasan aturan pelayanan rujukan dari FKTP sebagai penyebab utamanya.

“Kenapa RS Vita Insani yang juga rumah sakit tipe B pasiennya tetap ramai?” sanggahnya balik bertanya.

Menurutnya, inti masalahnya adalah kualitas pelayanan RSUD Djasamen yang semakin hari justru semakin menurun, berbanding terbalik dengan alokasi anggaran belanja yang sudah berlipatkali ganda sejak tahun 2011.

“Saya tidak menyangkal, aturan dari pengelola BPJS itu berpotensi mengurangi pasien di rumah sakit tipe B. Tapi pasien atau keluarga pasien masih bisa memanfaatkan celah aturan itu. Kalau pasien masuk rumah sakit pada malam hari, maka aturan rujukan berjenjang bisa diabaikan demi keselamatan pasien. Dan itulah yang dimanfaatkan pasien selama ini. Jika kondisi pasien masih memungkinkan, mereka menunggu malam untuk masuk ke RS Vita Insani. Karena pelayanan disana jauh lebih baik,” tukasnya. (EM/ajvg)

Foto: Pj Wali Kota Pematang Siantar, Jumsadi Damanik saat membacakan nota jawabannya atas pemandangan umum sejumlah fraksi di DPRD Kota Pematang Siantar terhadap Rancangan APBD 2016, Senin (21/12). (bataktoday/em)

  • Bagikan