Dua Paslon Bupati Humbahas Daftar Gugatan ke MK

  • Bagikan

Doloksanggul, BatakToday-

Dua pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Harry-Momento (Harmoni) dan Marganti-Ramses (Mars) mengaku telah mendaftarkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) RI di Jakarta.

Kedua pasangan calon ini kepada wartawan mengatakan, legalitas pilkada yang mereka ikuti cacat hukum, karena melanggar Undang-Undang Nomor 8 tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

“Keabsahan pilkada kita sudah cacat oleh kebijakan KPU Humbahas yang bertentangan dengan undang-undang, dimana terdapat dua pasang calon yang diusung dari satu partai politik,” ujar Harry, saat dikonfirmasi BatakToday melalui sambungan telepon seluler (ponsel), Senin (21/12).

Menurut Harry, masuknya dua pasangan calon dari Partai Golkar, yakni Paten dan Harmoni sudah merupakan alasan konkret dibatalkannya hasil Pilkada 9 Desember lalu.

“Sebab itu sudah menabrak UU,” katanya.

Prediksi terjadinya pembatalan hasil pilkada dan pemungutan ulang di Kabupaten Humbahas jauh hari sudah ramai dibicarakan para pengamat pilkada, sejak KPU menetapkan Paten dan Harmoni menjadi pasangan calon peserta Pilkada Kabupaten Humbahas.

“Besar peluang MK akan membatalkan hasil pilkada dan melaksanakan pemungutan ulang yang diikuti oleh hanya 4 pasang calon,“ tegas Harry optimis.

Hal senada dikemukakan calon bupati dari nomor urut 1, Marganti Manullang.

Menurut Marganti, gugatan yang disampaikannya itu beralasan, karena pencalonan dua paslon oleh satu parpol telah cacat hukum.

Mantan wakil bupati dua periode itu mengatakan, hal itu telah mencederai demokrasi dan melanggar undang-undang. Menurutnya, keberadaan dua paslon dari satu partai itu juga telah mempengaruhi komposisi suara dan itu sangat merugikan baginya.

“Jadi kita menuntut pencoblosan ulang,” pinta Marganti.

Sementara, calon bupati nomor urut 4, Palbert Siboro yang dimintai tanggapan, mengatakan, belum dapat memberikan komentar.

“Saya belum ada dengar tentang gugatan yang diajukan oleh rekan calon lain. Baru ini lah. Kita lihat saja lah dulu. Saya belum bisa komentar,” ujarnya. (FT)

Foto: Gedung Mahkamah Konstitusi.

  • Bagikan