Fitra Minta BPK Audit Anggaran Christmas Season 2015

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra)
mendesak DPRD Kota Medan agar meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit khusus terhadap anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan Chrismast Season 2015 yang baru usai digelar.

Direktur Eksekutif Fitra Sumatera Utara, Rurita Ningrum, melihat anggaran Rp 1,6 miliar lebih yang digunakan untuk Chrismast Season tak lebih seperti kegiatan seremonial untuk menghabiskan APBD semata.

Dinas Pariwisata Kota Medan mengalokasikan anggaran Rp 10,6 miliar lebih untuk program pengelolaan keragaman budaya di Kota Medan tahun 2015, diantaranya untuk mendanai dua agenda besar dalam menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Natal.

Program-program tersebut menyedot anggaran yang tidak sedikit. Dalam menyambut bulan Ramadhan, Pemerintah Kota Medan mengadakan Ramadhan Fair dengan alokasi anggaran Rp 5,6 miliar lebih atau setara 53 persen dari total anggaran yang dialokasikan untuk keragaman budaya di Kota Medan.

Untuk menyambut Natal, Pemerintah Kota Medan mengalokasikan Rp 1,6 miliar lebih atau sekitar 15 persen pada program Christmast Season.

Ruri mengatakan, penyelenggaraan program tentu disambut sukacita oleh khalayak. Namun sayangnya, sambungnya, program seremonial ini tidak tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat, sehingga program cenderung mubazir, uang terbuang atas nama keragaman budaya.

“Sepertinya tak lebih demi proyek, sehingga tidak memberi dampak yang signifikan terhadap besarnya biaya yang sudah digelontorkan. Sebaiknya anggaran sebesar itu digunakan untuk sebesar-besarnya bermanfaat bagi rakyat banyak,” tegasnya, di Medan, Senin (21/12).

Fitra sebagai salah satu lembaga yang konsern pada terlaksananya transparansi dalam perencanaan, pelaksanaan dan kontrol anggaran daerah Sumatera Utara
khususnya Kota Medan, tegas Ruri, mengimbau agar Pemerintah Kota Medan melakukan jaring aspirasi masyarakat dengan jajak pendapat anggaran keragaman ini, untuk menyerap aspirasi masyarakat sebaiknya digunakan untuk apa.

Sayang sekali anggaran Rp 1,6 miliar lebih yang digunakan untuk Chrismast Season cuma untuk menghabiskan APBD semata, sementara di luar sana sangat banyak masyarakat yang akan merayakan Natal dengan kondisi serba kekurangan dan keterbatasan.

“Tidak kah sebaiknya anggaran sebesar itu jauh lebih dapat dirasakan manfaatnya dengan cara melibatkan aspirasi dan partisipasi masyarakat dengan mengadakan pasar murah, atau subsidi paket Natal. Jika pemerintah sudah harus berhati-hati dengan dana bansos, namun mengapa tidak berhati-hati pula dalam mengalokasikan anggaran untuk proyek Chrismast Season yang terkesan asal jadi ini?” ungkap Ruri.

Kecenderungan Pemerintah Kota Medan mengalokasikan anggaran untuk proyek-proyek yang bersifat seremonial berdalih budaya demi pencitraan
pariwisata, tampaknya memerlukan kajian khusus terkait dampak manfaat atas anggaran yang telah dialokasikan.

Berdasarkan fakta-fakta itu, kata Ruri, Fitra meminta Pelaksana Tugas Walikota Medan agar tidak selalu merealisasikan anggaran yang dampak manfaatnya tidak signifikan terhadap masyarakat. (rel)

Foto: Suasana penutupan Christmas Season XI di komplek Taman Stadion Teladan Medan, Selasa (15/12) malam. (bataktoday/afr)

  • Bagikan