Loper Koran Koma Setelah Ditabrak Pengendara Motor

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday-

Seorang loper koran, Amran Syahbana alias Wak Bana (54), warga Jalan Tomat, Kelurahan Pantaijohor, Kecamatan Datukbandar, Kota Tanjungbalai, koma setelah ditabrak pengendara sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tanjungbalai.

Kejadian berawal saat Wak Bana mengantarkan koran ke salah satu rumah di Jalan Jenderal Sudirman dekat persimpangan Jalan Arteri, Sabtu (19/12). Waktu itu Wak Bana keluar dari arah Jalan HM Nur hendak menyeberang menuju kota.

Tiba-tiba dari arah kota muncul sepeda motor dikendarai Husdi Syahputra (13) pelajar kelas 2 SMP, warga Jalan Mahoni, Kelurahan Sijambi dengan kecepatan tinggi. Diduga akibat tidak dapat mengendalikan kendaraannya, Husdi menabrak sepeda motor Wak Bana hingga helm terlempar dan kepala membentur badan jalan.

Atas kejadian itu, keluarga langsung melarikan korban ke RSUD Kota Tanjungbalai dan ternyata dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan karena kondisinya parah.

Korban kemudian tiba di RSUP H Adam Malik sekira pukul 21.00 dan langsung diberikan tindakan. Hasil pemeriksaan, korban dinyatakan harus menjalani operasi di bagian kepala, diduga mengalami gegar di otak.

“Sejak saat itu Bapak tidak sadarkan diri sampai sekarang, sesekali meracau, dan sering sekali muntah darah, makan pun tidak bisa,” kata istrinya Inong didampingi anaknya Willy, Rin, dan Ardi, Senin (21/12).

Faktor ketiadaan biaya, Inong terpaksa membawa pulang suaminya ke Kota Tanjungbalai hanya bermodalkan infus. Saat ini Wak Bana hanya terbaring di rumahnya dengan hanya mengandalkan jarum gantung di tangannya.

“Cemanalah Dek, kata dokter harus operasi, kemana nak mau cari uang, kerjaan Bapak aja cuma pengantar Koran. Ya terpaksalah kami bawa pulang ke rumah,” tutur Inong.

Inong berharap ada dermawan yang bermurah hati membantu biaya perobatan suaminya agar bisa beraktivitas sebagaimana biasa.

Wak Bana merupakan tulang punggung keluarga karena anak-anaknya masih bersekolah. Pria ini sudah puluhan tahun jadi pengantar koran.

Kapolresta Tanjungbalai, AKBP Ayep Wahyu Gunawan menyatakan kasus itu masih dalam penyelidikan. Diterangkan, pihaknya sudah mengetahui kronologi kejadian dan belum menetapkan tersangka.

“Kita masih melakukan penyelidikan, jadi belum ada tersangka,” pungkas Dion. (eko)

Foto: Amran Syahbana tergeletak tak sadarkan diri akibat perdarahan di bagian otaknya. (bataktoday/eko)

  • Bagikan