Rumah Terbakar, Bocah Sembilan Bulan Selamat dari Kobaran Api

  • Bagikan

Doloksanggul, BatakToday-

Seorang bocah berusia sembilan bulan, Lediarta boru Purba, selamat dari amukan api yang menghanguskan rumah mereka di Dusun I, Desa Pakkat Dolok, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Selasa (22/12) sekitar pukul 11.15 WIB.

Meski selamat, Lediarta sempat disambar api yang mengakibatkan luka bakar di bagian wajah, kepala, dan tangan sebelah kanan, dan dilarikan ke RSUD Doloksanggul.

Api membakar rumah orang tua Lediarta, saat kedua orangtuanya, Parningotan Purba dan Wenny boru Sinaga (32) sedang bekerja di ladang.

Kebakaran bermula saat salah seorang anak Parningotan, Mario (3) bermain mancis di ruang tengah rumah mereka, sedang Lediarta berada di ayunan yang sengaja ditidurkan oleh kakaknya, Fenisa (5).

Tidak jelas penyebabnya, mancis yang dimainkan Mario mengeluarkan api dan menyambar kasur yang berada di ruang tengah.

Api dengan cepat membakar kasur dan menjalar melalap bangunan rumah setengah permanen tersebut.

Beruntung tetangga Parningotan bergerak cepat menyelamatkan Fenisa, Mario dan Lediarta yang tertidur di ayunan.

Warga yang sempat panik, membantu sekadarnya menjinakkan kobaran api. Tak lama dua unit mobil pemadam kebakaran tiba dan berhasil memadamkan api.

Akibat kejadian, selain menghanguskan rumah Parningotan, satu rumah tetangga mereka, milik Opung Hotman Purba (72), sempat kena sambar api, meski tidak sampai menghanguskan bangunan rumah.

Pasca kebakaran, hadir di lokasi Camat Doloksanggul, Opzen Simamora dan Kanit Intelkam Polres Humbahas, Bripka Jonni.

Kepada wartawan, Jonni mengatakan, peristiwa kebakaran akibat kelalaian orangtuanya yang meninggalkan anak di rumah.

“Kita masih menduga, api asalnya dari sebuah mancis yang dinyalakan anak Pak Purba. Kalau kerugian mencapai puluhan juta,” ujar Jonni.

Sementara itu, ibunda Lediarta, Wenny boru Sinaga tetap bersyukur puterinya selamat dari maut.

”Untung ma selamat borukkon (untunglah selamat boruku ini), adong anakta na mangambil sian ayunan (ada anak kita yang mengambil dari ayunannya),” ujar Wenny, saat ditemui di RSUD Doloksanggul.

Sambil menggendong Lediarta, Wenny menuturkan, luka bakar di wajah borunya itu akibat ruangan di rumahnya panas karena kebakaran, dan kemudian mengenai bagian wajah dan tangan Lediarta.

Wenny mengaku, sebelum rumahnya terbakar, dia sudah bermimpi aneh. Dalam mimpi itu, rumahnya tampak kosong dan diterjang hujan. Namun tak lama kemudian, rumah kembali dibangun.

“Au marnipi jabu nami kosong ditoppas udan dan ditukangi muse jabu nami (aku ada bermimpi rumah kami tampak kosong dan sudah diterjang hujan. Dan rumah kami pun ditukangi). Tohodo nipikkon,” kata dia. (ded)

Foto: Lediarta saat dievakuasi ke RSUD Doloksanggul oleh kedua orangtuanya. (bataktoday/ded)

  • Bagikan