Warga dan PNS Demo Penjabat Bupati Tobasa

  • Bagikan

Toba Samosir, BatakToday-

Sejumlah elemen masyarakat dan Pegawai Negeri Sipil/Aparatur Sipil Negara (PNS/ASN) Pemkab Toba Samosir menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Toba Samosir, Senin (21/12). Pengunjukrasa meminta Penjabat Bupati Toba Samosir mengembalikan pejabat yang dimutasi mantan Pelaksana Tugas Bupati Liberty Pasaribu ke posisi semula.

Para pendemo yang berkisar 30 orang itu, menyatakan tuntutan itu sebagai tindak lanjut surat Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) perihal rekomendasi pembatalan SK Bupati Toba Samosir Nomor 123 Tahun 2015, untuk mengembalikan pejabat eselon II, III dan IV ke posisi semula.

“Kami minta kepada Penjabat Bupati Tobasa untuk mengembalikan pejabat yang dimutasi Plt Bupati Liberty Pasaribu ke posisi semula,” ujar Rikardo Hutapea, salah seorang orator pendemo.

Para pendemo yang terdiri dari beberapa elemen masyarakat dan sejumlah PNS sedang berunjuk rasa di depan kantor Bupati Toba Samosir, Senin (21/12). (bataktoday/ap)
Para pendemo yang terdiri dari beberapa elemen masyarakat dan sejumlah PNS sedang berunjuk rasa di depan kantor Bupati Toba Samosir, Senin (21/12). (bataktoday/ap)

Dikatakannya, rekomendasi pembatalan SK Bupati Tobasa No 123 Tahun 2015 tentang pemutasian pejabat eselon II, III dan IV telah lama dikeluarkan oleh KASN, tapi Penjabat Bupati belum juga melaksanakan perintah tersebut.

“Penjabat Bupati telah membangkang kepada Mendagri maupun KASN. Dimana kau Penjabat Bupati, tolong dengarkan kami,” teriak Ricardo.

Semula Penjabat Bupati Hasiholan Silaen tidak melayani dialog langsung dengan para pendemo, namun menugaskan Asisten I Eston Sihotang mencoba menjawab tuntutan mereka.

“Pemerintah bukannya tidak mau melaksanakan sesuai surat rekomendasi KASN itu. Namun karena posisi saat ini pada penghujung tahun, laporan pertanggungjawaban kegiatan setiap SKPD sudah dalam keadaan tanggung,” kata Eston Sihotang.

Mantan Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini mengatakan, kebijakan ini juga sudah diketahui dan disetujui oleh DPRD.

Tidak puas dengan jawaban itu, para pendemo tetap bertahan dan ingin mendapat jawaban langsung dari Penjabat Bupati.

Tampak para pendemo membawa spanduk dan poster, mencoba menerobos masuk ke dalam kantor bupati, namun  tidak berhasil karena mendapat hadangan dari petugas Satpol PP.

Tak lama kemudian, Hasiholan Silaen muncul di hadapan para pendemo. Dia menyampaikan jawaban sama seperti yang disampaikan Eston Sihotang.

“Kita bukannya tidak mau melaksanakan sesuai dengan surat rekomendasi KASN itu. Jika peraturan dan ketentuannya seperti itu, kita akan laksanakan,” katanya.

Menurut Hasiholan, pengembalian pejabat ke tempat semula saat ini sepertinya kurang tepat, karena saat ini sudah penghujung tahun. Kesepakatan antara pemerintah dengan DPRD, agar saat ini jangan melakukan pengembalian pejabat ke posisi semula, karena akan menyulitkan penyelesaian laporan pertanggungjawaban kegiatan pada SKPD yang diganti.

“Jadi kepada teman-teman mohon bersabar, tahun depan kita akan melaksanakannya, jika hal itu sesuai dengan peraturan dan ketentuannya,” tandas Hasiholan, sembari menunjukkan surat kesepakatan bersama dengan DPRD.

Tetap tak puas dengan jawaban Hasiholan, para pendemo meminta kepastian waktu pengembalian pejabat yang dimutasi ke posisi semula.

“Kami menginginkan kepastian dari Penjabat Bupati, apakah Januari 2016 akan dilakukan pengembalian pejabat itu?” seru para pendemo.

“Kita usahakan dan mudah-mudahan, sepanjang itu sesuai dengan peraturan,” jawab Hasiholan.

Setelah itu, perlahan para pendemo membubarkan diri dengan teratur, sementara para PNS yang turut berdemo, diundang Penjabat Bupati ke ruangannya untuk berdiskusi dan berbincang-bincang. (AP)

Foto: Sejumlah PNS sedang berunjuk rasa di depan kantor Bupati Toba Samosir, Senin (21/12). (bataktoday/ap)  

  • Bagikan