Polres Siantar Ringkus Polisi Gadungan

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Polresta Pematang Siantar meringkus pelaku perampokan dengan modus mengaku polisi, Frans Andi Panoguan Simatupang alias Buyung (36) warga Jalan Farel Pasaribu, Gang Manggis, Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Siantar Marihat, Selasa (22/12) siang.

Frans menyerahkan diri diduga takut ditembak petugas, setelah sebelumnya dengan menaiki Honda Supra tanpa nomor polisi, sempat dikejar-kejar sejumlah petugas Polresta ketika baru keluar dari rumahnya.

Pria berkulit hitam dengan penuh tato di badan itu, dibekuk petugas lantaran pada Senin (21/12) pukul 23.30 WIB melakukan aksi perampokan dengan menodongkan pisau kepada korbannya Adi (39), sopir truk Colt Diesel warga Jalan Pancing Medan.

Data berhasil dihimpun BatakToday, pada Senin (21/12) pukul 23.30 WIB, Adi dan kernetnya, Kivlan Dwiantoro Tarigan (22) mengemudikan truk Colt Diesel bermuatan sembako yang akan dibawa ke Tarutung.

Tepat di depan kampus USI Jalan Sisingamangaraja, dari belakang muncul sepeda motor Honda Supra warna hitam tanpa nomor polisi yang dikemudikan pelaku, Frans berboncengan dengan temannya P.

Setelah memepet dari sebelah kanan, pelaku menyalip laju truk Colt Diesel sehingga langsung berhenti di lokasi.

Kedua pelaku yang mengaku petugas kepolisian turun dari Honda Supra kemudian memaksa sopir truk Colt Diesel membukakan pintu. Akan tetapi Adi dan Kivlan tidak bersedia membuka pintu truk.

Kesal melihat Adi dan kernetnya, kedua pelaku memanjat truk kemudian membuka paksa pintu lewat celah kaca.

Begitu pintu truk terbuka, Frans menodongkan pisau belati di leher Adi, sedang teman pelaku mengambil paksa satu buah dompet berisi uang kontan Rp 1,8 dari dari kantong celana Adi.

Tak hanya itu, kedua pelaku turut menyikat satu unit telepon seluler yang tengah dicas di bagasi truk. Usai beraksi, kedua pelaku kabur meninggalkan lokasi.

Sadar telah menjadi korban rampok, malam itu Adi bersama Kivlan melapor ke Polresta Pematang Siantar.

Sejumlah petugas Polresta dan dibantu petugas Polsek Siantar Martoba dengan cepat turun ke lokasi. Adi dan Kivlan langsung dimintai keterangan guna menyelidiki ciri-ciri pelaku.

Usaha penyelidikan yang dilakukan petugas kepolisian membuahkan hasil. Pada Selasa (22/12), salah seorang pelaku, Frans berhasil diringkus saat baru keluar dari rumahnya.

Setelah Frans diringkus, polisi melakukan pengembangan. Hasilnya, Antonius Sianipar (30) warga Jalan Melanthon Siregar, Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, turut diangkut karèna bertindak sebagai pembeli barang rampokan berupa telepon seluler.

Rampok Truk Ikan di Jalan Gereja

Selain merampok truk Colt Diesel bermuatan sembako, Frans juga pelaku perampokan truk bermuatan ikan yang tengah melintas di Jalan Gereja, Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan, Sabtu (18/12) pukul 01.00 WIB dini hari lalu.

Frans dalam aksinya bersama P yang masih buron, berhasil melucuti dompet berisi uang kontan Rp 2 juta milik Jekson Simarmata (33) warga Jalan Sibatubatu, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Pada peristiwa itu, Frans sempat menghajar kernet Jekson, Antonius Rumapea (33) warga Jalan Narumonda, Gang Kade-Kade, Kelurahan Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan, karena Frans dan temannya diteriaki rampok.

Frans kepada BatakToday menyebut, dalam aksinya selalu dengan modus mengaku sebagai petugas kepolisian. Itu dia lakukan untuk menakut-nakuti korban.

“Nggak ada kami pake pistol. Cuma pake pisau kami setiap merampok, dan sengaja mengaku petugas kepolisian untuk menakut-nakuti korban. Kereta yang kami pakai untuk merampok sengaja berganti-ganti. Sudah habis uang hasil rampokan dipakai bayar kontrakan rumah. Aku nggak tahu dimana sekarang kawanku P, karena sehabis main, kami langsung berpencar,” kata Frans.

Frans juga mengaku telah tujuh kali melakukan aksi perampokan dengan modus menyamar sebagai polisi.

“Ada tujuh kali seingatku, Bang,” ungkap Frans.

Sementara, Kivlan Dwiantoro Tarigan mengaku malam itu mereka hendak berangkat ke Tarutung guna mengantarkan sembako.

Tapi setelah truk Colt Diesel yang mereka bawa disalip, pelaku langsung memaksa buka pintu dan menodong leher sopirnya, Adi pakai pisau belati.

“Kedua pelakunya bilang petugas kepolisian dan maksa buka pintu. Setelah leher sopirku Adi ditodong pakai pisau, kami hanya bisa pasrah saja. Terus dompet sopirku Adi diambil paksa dan HP yang lagi dicas disikat orang itu dua,” jelas Kivlan.

Kapolresta Pematang Siantar, AKBP Dodi Darjanto mengatakan, pelaku yang ditangkap sudah diamankan.

“Anggota sedang melakukan pengembangan sehubungan banyaknya korban yang mengadu karena harta bendanya dirampok oleh pelaku yang mengaku petugas dari kepolisian,” jelas Dodi. (AB)

Foto: Frans Andi Panoguan Simatupang alias Buyung. (bataktoday/ab)

  • Bagikan