Dirut PD PAUS: Pasar Melanthon Gagal Akibat Pemberitaan

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Dalam rangkaian Launching & Gathering Siantar City Mall, Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) Pematang Siantar menggelar jumpa pers di Restoran International, Selasa (22/12) siang, dipandu langsung Direktur Utama PD PAUS, Herowhin Sinaga, didampingi Siswanto Sugiarto, Direktur Investasi dan Marketing NAI Indonesia, mewakili pihak investor dan developer.

Siswanto menjelaskan, pembangunan Siantar City Mall dari sisi investasinya akan berbeda dengan Pasar Melanthon yang telah terhenti. Investasi untuk pembangunan Siantar City Mall adalah perpaduan antara investasi yang dilakukan pembeli atau penyewa, dengan investasi dari pihak NAI Indonesia sebagai developer.

“Kita punya beberapa instrumen, salah satu tentunya pemasukan dari pemasaran. Tapi tentunya kita ada lumbung-lumbung modal yang memang sudah dipersiapkan,” jelas Siswanto.

Sehingga, lanjut Siswanto, pembangunannya tidak menunggu terkumpulnya dana dari investasi pembeli atau penyewa dan melalui penjualan, karena pembangunannya bersamaan atau paralel dengan penjualan.

Siswanto mengatakan, sejak bulan lalu pekerjaan sudah dimulai dengan meratakan lokasi pembangunan, dan mentargetkan pembangunan selesai sebelum Lebaran 2017.

“Kita targetkan satu setengah tahun. Kita mau kejar kalau bisa sebelum Lebaran 2017. Paling lambat, kalau umumnya proyek delay (terlambat, red.) setengah tahun sampai satu tahun. Biasanya karena masalah cuaca, masalah manpower (tenaga kerja, red.), tiap daerah punya masalah yang berbeda-beda.”, tutur Siswanto lebih lanjut.

Herowhin menambahkan, setelah Rumah Potong Hewan pindah, NAI sudah bisa bekerja,

“Rencananya RPH yang di jalan Manunggal sudah selesai bulan Januari 2016, sehingga RPH (yang ada di lokasi pembangunan) sudah bisa dibongkar.  Bulan Februari 2016 NAI sudah bisa mulai bekerja.” sebut Herowhin.

Siswanto menjelaskan, NAI Indonesia memiliki proyek di 18 kota, dan sedang menggarap proyek di Depok, sehingga proyek Siantar City Mall akan menjadi proyek ke-19 atau ke-20 di Indonesia.

Investasi yang dibutuhkan untuk penyelesaian Siantar City Mall diperkirakan Rp 300 miliar, lebih besar dibandingkan rencana sebelumnya untuk Pasar Melanthon, sebesar Rp 120 miliar.

Perbedaan nilai investasi tersebut sehubungan perubahan desain antara Pasar Melanthon dengan Siantar City Mall. Bangunan ini terdiri dari empat lantai dengan total luas bangunan sekitar 30.000 sampai 40.00 meter persegi, di atas tanah seluas 2,3 Ha. Jauh lebih luas dibandingkan dengan Pasar Melanthon yang luasnya sekitar 16.000 meter persegi.

Beberapa perusahaan rencananya akan hadir nantinya di Siantar City Mall, antara lain Matahari Department Store, JCO, Bucherri, dan juga mendapat respon positip dari retailer lainnya dari Jakarta.

Herowhin menyebutkan, pembeli lama Pasar Melanthon akan diberikan 3 jenis kemudahan jika ingin melanjutkan dengan Siantar City Mall. Yaitu berupa diskon, sistem pembayaran, dan kebebasan memilih lokasi.

Ketika wartawan dari salah satu media menyinggung rencana PD PAUS tentang kelanjutan pembangunan di Sub Terminal Agribisnis (STA) Sukadame, setelah memberikan beberapa penjelasan, Herowhin menyebutkan kekecewaannya dengan pemberitaan pers selama ini.

“Ini perlu buat kawan-kawan semuanya. Saya empat kali gagal membawa investor. Sejak medio 2015, sejak dibangunnya Pasar Melanthon bulan Mei 2015. Mulai bulan Mei sampai ketemu saya dengan beliau ini (Direktur PT NAI, red.) bulan Nopember kemarin, itu sudah empat investor yang gagal. Beberapa kali investor ke sini, kan ketemu ya, dengan ada yang  di media. Kenapa gagal? Mohon maaf ya, tapi itulah, pemberitaan. Tapi kita juga tidak bisa membatasi pemberitaan” sebutnya.

Menurut Herowhin, investor ragu akibat pemberitaan yang ada.

“Tapi itulah, itulah aslinya. Mereka baca berita yang membuat mereka ragu tentang Siantar.” demikian diungkapkannya.

Ketika wartwan bertanya tentang program PD PAUS yang lain, Herowhin kembali menunjukkan kekecewaannya terhadap pemberitaan.

“Kenapa itu (Pasar Melanthon, red.) gagal? Karena ada orang yang memberitakan bahwa Perusda penipu. Makanya kita lapor ke polisi, apa dasarnya dia bicara begitu. Yang ngomong itu anggota DPRD lagi.” ujarnya.

Herowhin mengklaim, pembeli tidak mau melunasi termasuk karena pemberitaan pers.

“Itu jadi berpengaruh. Orang Siantar kan gini, kalau bisa bayar nanti kenapa bayar sekarang, kan gitu? Jadi ada orang, kalau ditanya kenapa tidak bayar? Kau selesaikan dulu urusanmu, katanya kalian penipu, padahal biar bisanya bayar nanti,” ujar Herowhin. (EM/ajvg)

Foto: Dirut PD PAUS, Herowhin Sinaga dan Direktur Investasi dan Marketing PT NAI Indonesia, dalam jumpa pers sehubungan  Gathering Siantar City Mall, Restoran International, Jalan Gereja, Pematang Siantar, Selasa 22/12/2015 (bataktoday/em)

https://soundcloud.com/bataktoday-news/herowhin-sinaga-pasar-melanthon-gagal-akibat-pemberitaan

  • Bagikan