Mentan: Semua Kebijakan yang Hambat Swasembada Pangan Dirombak

  • Bagikan

Deliserdang, BatakToday-

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pihaknya akan merombak segala kebijakan yang menghambat tercapainya swasembada pangan di tahun 2018, khususnya untuk tujuh komoditas strategis yang ditargetkan untuk digapai, di antaranya padi, jagung, kedelai, dan sapi.

“Seluruh kebijakan yang menghambat tercapainya swasembada pangan kami rombak total. Kementerian Pertanian juga menindaklanjuti keluhan petani, khususnya soal kelangkaan pupuk,” ujar Andi seraya mengajak seluruh petani secara nasional untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pertanian guna mencapai target swasembada pangan tahun 2018 mendatang.

Andi menyampaikan hal itu dalam acara Penanaman Perdana Padi Varietas Kartika 128 di Desa Kebun Ramunia, Kecamatan Pantailabu, Kabupaten Deliserdang, Rabu (23/12).

Turut hadir dalam acara itu Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Letjen TNI AD Mulyono, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, unsur SKPD Pemerntah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang, Dandim 0204/DS Letkol Inf Hanryan Indra Wira, Dem Area Kodam I Bukit Barisan, unsur pemuda dan para petani.

Andi kemudian menyatakan apresiasinya kepada jajaran TNI yang komit dalam pengawasan distribusi pupuk agar manfaatnya dapat dirasakan petani.

“Pupuk tak boleh terlambat. Kerja sama pengawasan ini baik sekali. Kasihan rakyat tidak dapat pupuk,” tambah Andi.

Kini seluruh jajaran TNI menjadi garda terdepan Kementerian Pertanian dan Karantina Pertanian dalam pengawasan dan pengembangan tujuh komunitas strategis.

Kementerian Pertanian sendiri telah memangkas anggaran perjalanan dinas mencapai Rp 4,1 triliun, kemudian dialihkan untuk kebutuhan petani dalam mengembangkan produk pertanian.

“Jadi saya tidak segan-segan menahan jika salah satu ketujuh komoditas strategis ini harganya turun. Ini semua agar petani kita kaya dan kuat,” kata Andi.

Khusus Provinsi Sumut, Andi mengatakan, Kementerian Pertanian telah menaikkan nilai bantuan sebesar 300 persen dari Rp 13 miliar.

Selain itu, pihaknya juga memberikan sepuluh unit alat tanam benih otomatis (rice transplanter), sepuluh unit alat panen padi (combine harvester), traktor dan pompa air untuk Provinsi Sumut dan petani di Kabupaten Deliserdang.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Letjen TNI AD Mulyono mengajak semua pihak, khususnya jajaran TNI AD untuk menjadikan kegiatan Penanaman Perdana Padi Varietas Kartika 128 di Kabupaten Deliserdang sebagai langkah awal menuju kesuksesan petani di tahun 2016. Suksesnya petani sama artinya dengan mengembalikan jati diri Bangsa Indonesia yang memegang erat semangat gotong-royong guna mencapai swasembada pangan.

“Ini komitmen bersama sesuai arahan Bapak Presiden untuk swasembada pangan dalam tiga tahun ke depan. Indonesia dijuluki negara agraris dengan petani handal dan lahan yang luas. Untuk itu, mari kita kembalikan jati diri masyarakat petani yang kaya dan kuat dengan lahan pertanian yang luas, menjadi masyarakat yang mandiri dengan bergotong-royong agar mampu berdaulat pangan,” ajak Mulyono.

Mulyono juga menyatakan, Provinsi Sumut merupakan salah satu lumbung beras yang menjadi andalan nasional. Wajar jika Kabupaten Deliserdang menjadi tempat penanaman perdana padi varietas Kartika 128. Provinsi Sumut, termasuk di Kabupaten Deliserdang, sangat kuat semangat kebersamaan dan gotong-royong.

“Jika untuk kepentingan rakyat, kami tidak akan mundur. Rakyat adalah ibu kandung TNI. Sejak setahun ini TNI bergandengan tangan dengan Menteri Pertanian, Alhamdulillah, setahun selalu makan beras hasil petani sendiri, gak ada yang impor. Impor cukup di gudang,” tegas Mulyono.

“Menteri Pertanian patut dibanggakan. Tidak pernah lelah mendatangi petani dari Sabang sampai Merauke. Berbuat apa saja untuk kepentingan petani Indonesia,” puji Mulyono.

Ia kemudian menginstruksikan Babinsa untuk bekerja gotong-royong dengan petani untuk mencapai swasembada padi, jagung dan kedelai, kurang dari tiga tahun.

“Terima kasih Babinsa dan komandan Kodim, kalian hebat-hebat. Kalau perlu tidak sampai tiga tahun. Pertengahan tahun depan kita surplus. Apalagi saat ini sudah mekanisasi pertanian. Bertani lebih mudah dan cepat Tidak hanya di Medan, TNI hingga penghujung tahun akan membuka lahan di Nusa Tenggara Timur dan Merauke Papua. Target kami akan buka lahan sawah baru 200.000 hektar,” tambah Mulyono.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi menyambut baik Program Nasional Swasembada Pangan yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

“Kita harus optimis program ini terwujud. Petani di seluruh kabupaten dan kota, akan berupaya maksimal mewujudkan harapan Sumut menjadi lumbung beras nasional. Saya mengajak seluruh petani untuk saling dukung dan melebur dalam teamwork yang solid, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi,” harap Erry.

Rehabilitasi dan optimalisasi, pengembangan mekanisme dan keterpaduan lintas instansi akan mewujudkan Provinsi Sumut sebagai lumbung beras nasional. Selain itu, adanya ketersediaan benih unggul, pengawasan pupuk dan fasilitas pendukung lainnya.

Infrastruktur bendungan dan irigasi yang memadai juga sangat dibutuhkan. Beberapa langkah strategis telah dilakukan, di antaranya peletakan batu pertama pembangunan bendungan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kabupaten Batubara pada 20 Desember 2015.

“Mudah-mudahan 2016 bisa dimanfaatkan. Demikian juga di Langkat, dengan perluasan lahan ribuan hektar guna meningkatkan produksi padi,” kata Erry.

Produksi padi Provinsi Sumut menempati peringkat enam nasional, sedang untuk jagung, Provinsi Sumut menempati peringkat ke-5 nasional.

“Semoga ini bisa ditingkatkan lagi. Ini saatnya petani Sumut berdaulat, kuat dan menjadi andalan dalam menwujudkan Program Swasembada Pangan Nasional,” kata Erry. (AFR)

Foto: Mentan Andi Amran Sulaiman, Kasad TNI Letjen TNI AD Mulyono dan Plt Gubernur Sumut menanam padi menggunakan rice transplanter dalam acara Penanaman Perdana Padi Varietas Kartika 128 di Desa Kebun Ramunia, Kecamatan Pantailabu, Deliserdang, Rabu (23/12). (bataktoday/afr).

  • Bagikan