BNN Tanjungbalai Gelar Razia, Pemilik Karaoke Protes

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday-

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungbalai melakukan razia dengan melibatkan Danlanal Tanjungbalai-Asahan, Polresta Tanjungbalai, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polisi Militer (PM), Rabu (23/12) malam.

Puluhan pasangan yang diduga bukan suami istri diangkut dengan menggunakan mobil dari beberapa lokasi hiburan malam untuk dilakukan tes urine di kantor BNN Kota Tanjungbalai.

Razia pertama kali dilakukan oleh tim gabungan di Pancingan Jalan Ateri. Kemudian berpindah ke lokasi tempat hiburan Bering-Beringna di Jalan Arteri sekitar pukul 21.00 WIB.

Pengunjung Cafe Bering-Beringna saat dikumpulkan sebelum dibawa dengan mobil patroli ke Kantor BNN Kota Tanjungbalai untuk dilakukan tes urine.  (bataktoday/eko)
Pengunjung Cafe Bering-Beringna saat dikumpulkan sebelum dibawa dengan mobil patroli ke Kantor BNN Kota Tanjungbalai untuk dilakukan tes urine. (bataktoday/eko)

Tim gabungan melanjutkan razia ke tempat hiburan Karaoke 99. Di lokasi ini, personel BNN dengan pemilik tempat hiburan sempat terlibat perdebatan.

Pemilik tak terima pengunjungnya digiring untuk dilakukan tes urine ke kantor BNN.

“Tidak kami terima perlakuan mereka. Pengunjung belum bayar, mereka sudah dibawa. Kami dalam hal ini dirugikan,” protes Nety Sinaga, pemilik Karaoke 99.

Menurut Nety, razia yang dilakukan BNN di tempat hiburan miliknya, telah mematikan mata pencariannya.

“Bukan kami menghambat kerja mereka. Namun cara-cara razia mereka itu yang tidak sependapat dengan saya. Silakan mereka melakukan tes urine pengunjung di tempat hiburan saya ini, tapi jangan sampai dibawa ke kantor mereka. Secara bisnis perbuatan mereka ini jelas merugikan saya,” terangnya.

Namun protes itu diabaikan, tim gabungan tetap membawa sejumlah pengunjung dari lokasi tempat hiburan Karaoke 99.

Razia lalu berpindah lokasi ke Tresya Hotel dan Suranta Hotel di Kilometer 7, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.

Dari lokasi tempat hiburan malam berkelas ini, tim razia tak menemukan satu pun pengunjung.

Razia berakhir di Micro Cafe. Dari Lokasi ini,  satu orang pengunjung positip menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine di tempat.

Kepala BNN Kota Tanjungbalai, AKBP Saharuddin Bangko, saat dikonfirmasi, enggan memberikan rincian jumlah warga yang diamankan positif memakai narkoba, dengan alasan lupa.

Kata Bangko, pihaknya tak melakukan tes urine terhadap pengunjung Karaoke 99 dikarenakan keterbatasan waktu.

“Bila dilakukan tes urine di lokasi itu, maka tidak terkejar lagi di tempat hiburan lainnnya. Tadi saja kita melakukan razia di lokasi pub dan KTV Hotel Tresya dan Suranta Hotel tidak ada satu pun pengunjung. Dugaan kita razia di lokasi itu sudah bocor,” terangnya.

Terkait kerugian pemilik Karaoke 99 akibat razia, Bangko mengaku pihaknya bersedia membayar kerugian yang dialami si pemilik.

“Tadi bendahara saya mau membayar tapi pemilik Karaoke 99 itu belum datang juga,” pungkasnya. (eko)

Foto: Pemilik Karaoke 99 Nety Sinaga protes kepada personil BNN Kota Tanjungbalai saat hendak mengangkut pengunjungnya ke Kantor BNN Kota Tanjungbalai untuk dilakukan tes urine. (bataktoday/eko)

  • Bagikan