Perayaan Natal Asrama Yasop Balige: Shine in Jesus !

  • Bagikan

Balige, BatakToday-

Hari-hari ini, komplikasi pragmatisme dan hedonisme yang akut telah menjerumuskan umat manusia ke jurang kehidupan berlabel “sukses” namun nihil makna. Kehidupan menjelma menjadi panggung yang riuh, glamour, pongah, sekaligus absurd tanpa tujuan. Ketika kebersahajaan secara sporadis muncul di tengah arus pragmatisme dan hedonisme, maka itu menjadi sesuatu yang lucu sekaligus mengganggu, sehingga harus buru-buru diusir dari panggung kehidupan.

Kombinasi fragmen, choir, dan ibadah Natal secara simultan yang ditampilkan siswa-siswi Yasoper pada Perayaan Natal Asrama Yayasan Soposurung Balige pada Jumat (18/12) malam lalu terkesan linier dan sederhana. Namun sadar atau tidak, anak-anak unggulan ini ternyata sedang bereksperimen tentang kolaborasi antara kepiawaian berakting dan keindahan paduan suara mereka, dengan kebersahajaan suara nyanyian orangtua mereka, yang ternyata mampu menciptakan harmoni yang sangat indah.

Penampilan grup Arg Tones saat menyanyikan lagu Noel. (bataktoday/putri)
Penampilan grup Arg Tones saat menyanyikan lagu Noel. (bataktoday/putri)

Tokoh-tokoh “hitam-putih” –murid tukang cheating dan murid yang jujur, birokrat korup dan birokrat jujur, ibu rumah tangga yang hedon dan yang bersahaja, tokoh iblis dan malaikat– pada fragmen natal adalah representasi kebeningan dan keluguan anak-anak Yasop. Tetapi sekali lagi mereka membuktikan, bening bukan berarti dangkal, dan lugu bukan berarti naïf.

Yasoper membuktikan, kolaborasi lugu-bening dengan keindahan paduan suara menghasilkan persembahan yang agung, ucapan syukur atas kelahiran Sang Penebus.

Choir Seratus (begitu grup paduan suara ini menyebut dirinya), mengawali persembahannya dengan sangat manis melalui lagu Prayer of St.Francis. Lantas menghentak dengan lagu No Room, satire tentang dunia yang menyambut kelahiran Sang Juru Selamat dengan sangat tidak pantas, sehingga Bunda Maria harus bersalin di kandang domba.

Dan harap-harap cemas mewarnai wajah para orangtua, ketika kelompok anak-anak remaja ini mengawali tembang pamungkasnya, The Great Hallelujah.  Memang sulit membayangkan anak-anak mereka tidak akan melakukan kesalahan pada bagian-bagian tertentu dari lagu yang sangat sulit itu, seperti mereka juga melakukan kesalahan yang sama ketika menyanyikannya di masa muda.

Tapi para orangtua kecele. Anak-anak Choir Seratus ternyata menyanyikannya dengan sangat agung dan nyaris sempurna (karena kesempurnaan hanya milik Allah).

Perayaan Natal mengalir seperti liukan air sungai mengikuti alur alami bumi mahakarya Sang Pencipta. Disana ada proses partisipasi yang nyaris sempurna. Sesungguhnya tak ada penonton, karena semua terlibat dalam perayaan.

Disana ada transparansi, karena keseluruhan proses, mulai dari mobilisasi peralatan, aksi para pemeran fragmen, persiapan dan aksi pemain musik dan choir, hingga demobilisasi peralatan, seluruhnya tampil kasat mata, dan ternyata tidak mengurangi nilai dari semua peran.

Yang kurang “transparan” hanya respon dari para orangtua siswa-siswi. Sadar bahwa semuanya mengalir dalam suatu prosesi Ibadah Natal, decak kagum atau tepuk tangan para orangtua atas penampilan anak-anak mereka yang nyaris sempurna harus “patah” dan tertahan, dan berakhir dengan senyum malu kepada sesama orangtua di kiri dan kanan.

Khotbah atau renungan Natal sering menjadi antiklimaks  pada nyaris semua Ibadah Natal. Tapi itu tidak terjadi pada Perayaan Natal Asrama Yayasan Soposurung.

Pendeta Pulo Aruan dengan sangat baik mengelaborasi tema “Shine in Jesus” dalam renungan natal yang dibawakannya. Sebagai alumnus pertama Asrama Yasop, Pendeta Pulo memiliki kemampuan yang sangat baik untuk mentransfer nilai-nilai renungan yang dibawakannya dalam konteks kehidupan adik-adiknya.

Di penghujung acara, Choir Seratus kembali tampil luarbiasa dengan lagu penutup Jingle Bells. Keriaan yang luarbiasa, representasi generasi muda yang dengan tulus dan bersemangat menunjukkan keahlian mereka.

Diiringi derai hujan, para orangtua akhirnya haris beranjak meninggalkan  kawasan asrama jelang tengah malam, dengan  sejuta mimpi dan harapan, anak-anak cemerlang mereka akan semakin berprestasi, dan kelak akan menciptakan hal-hal baru untuk kesejahteraan umat manusia. Shine in Jesus! (CP/JAS)

Foto: Choir Seratus menyanyikan lagu Jingle Bells pada Perayaan Natal Yayasan Soposurung Balige, Jumat (18/12). (bataktoday/putri)

  • Bagikan