BNN Lakukan Tes Urine Supir dan Pilot

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Menjelang libur Tahun Baru 2016, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumut, Selasa (29/12) melakukan tinjauan ke sejumlah titik guna memastikan kesiapan angkutan darat dan udara menjelang Tahun Baru 2016.

Peninjauan diawali dari Stasiun Besar Keretaapi Medan di kawasan Lapangan Merdeka, Jl Stasiun Keretaapi Medan. Kehadiran rombongan disambut Kepala KA Divre Sumut.

Erry dan FKPD melakukan pemeriksaan kesiapan loket tiket, gerbong, fasilitas dan pengamanan. Erry juga berdialog dengan calon penumpang terkait pelayanan petugas keretaapi dalam menyiapkan angkutan massal itu menjelang Tahun Baru 2016.

“Dari hasil tinjauan, pelayanan keretaapi semakin membaik. Sistem pembelian tiket semakin tertib dan fasilitas gerbong juga semakin nyaman,” ujar Erry.

Erry mengatakan, jalur Keretaapi Layang dengan total anggaran proyek mencapai 2,8 triliun akan dibangun di Medan mulai Januari 2016. Proyek tersebut merupakan program Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI.

“Rencana pembangunan jalur keretaapi layang ini akan dikuatkan pada tanggal 5 Januari 2016 nanti. Kota Medan diplih menjadi salah satu lokasi pengembangan layanan massal keretaapi ini,” tegas Erry.

Pembangunan jalur keretaapi layang di Medan, sebut Erry, merupakan salah satu upaya menyikapi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap jasa layanan keretaapi di Sumut.

“Setelah keretapi Bandara Kualanamu beroperasi, intensitas penggunaan jalur semakin tinggi. Dengan adanya jalur keretaapi layang, kebutuhan angkutan massal akan maksimal. Kemacetan kendaraan juga diharapkan akan berkurang,” sebut Erry.

Jalur keretaapi layang yang akan dibangun sepanjang 8 kilometer. Pembangunan akan dilakukan Kementerian BUMN dengan anggaran mencapai Rp 2,8 triliun.

“Pengerjaannya ditargetkan 2 tahun. Kita berharap seluruh masyarakat mendukung proyek ini, baik dalam hal pelepasan lahan maupun pengamanan dari para pekerja agar pembangunan cepat selesai,” harap Erry.

Sebelum meninggalkan Pos Pengamanan Stasiun Keretaapi Medan, Erry bersama FKPD Sumut menyerahkan bantuan makanan ringan, minuman kaleng, gula dan paket bubuk teh kepada petugas Pos Pengamanan.

Di Terminal Terpadu Amplas selain meninjau kesiapan angkutan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), rombongan juga melihat pelayanan angkutan kota (angkot) yang melayani penumpang seputar kota Medan. Rombongan disambut Kepala Terminal Terpadu Amplas.

BNN melakukan tes urine kepada para supir AKDP, AKAP dan angkot. Saat rombongan melakukan pemeriksaan urine sejumlah supir, tidak ditemukan supir yang terdeteksi menggunakan narkoba.

“Keselamatan penumpang adalah yang utama. Supir tidak boleh menggunakan narkoba. Konsentrasi harus penuh saat berkendara. Jangan sampai dalam pengaruh alkohol apalagi narkoba,” tegas Erry.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Ngadino mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas kepada pengemudi bus yang ugal-ugalan, apalagi sampai mengakibatkan kecelakaan yang merenggut nyawa penumpang maupun pengendara lain.

“Utamakan keselamatan. Jangan ugal-ugalan. Arus kendaraan jelang Natal dan Tahun Baru biasanya akan meningkat, jadi supir harus meningkatkan kewaspadaan saat berkendara,” sebut Ngadino

Test Urine Pilot

Selanjutnya, rombongan menuju Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) di kawasan Deliserdang. Rombongan disambut General Manager KNIA.

Dalam tinjauannya, Erry dan jajaran FKPD Sumut menyempatkan diri melihat pelayanan di area ticketing, dan ruang tunggu calon penumpang.

BNN Sumut yang ikut dalam peninjauan, juga melakukan test urine kepada pilot dan pramugari, langsung di dalam pesawat. Salah satu pesawat yang mendapatkan pemeriksaan adalah pilot maskapai Citilink.

Dari hasil test urine, tidak seorangpun pilot dan pramugari yang terdeteksi menggunakan narkoba dan bahan adiktif lainnya.

Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol Andi Loedianto menegaskan, test urine tersebut sebagai upaya menekan peredaran narkoba sekaligus mengantisipasi terjadinya kecelakaan udara akibat penggunaan narkoba.

“Tidak tertutup kemungkinan kalangan pilot juga menjadi korban dari peredaran narkoba tersebut. Karena itu kita mau melihat apakah mereka benar-benar bersih dari pengaruh narkoba,” sebut Andi.

Andi menyatakan, jika ada pilot yang terdeteksi menggunakan narkoba, BNN akan mengambil sejumlah tindakan, seperti rawat jalan, rawat inap atau rehabilitasi.

“Jika terbukti menggunakan narkoba, BNN pasti akan merekomendasikan pilot dan pramugari untuk tidak terbang, agar tidak mengancam keselamatan penumpang. Tentu BNN terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak bandara untuk tidak mengizinkan pilot yang positif agar tidak menerbangkan pesawat,” tegas Andi. (AFR)

Foto: Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan jajaran FKPD Sumut  menyaksikan petugas BNN Sumut mengambil sampel urine penumpang pesawat, pilot dan pramugari maskapai Citilink di dalam pesawat di KNIA, Selasa (29/12/2016). (bataktoday/afr)

  • Bagikan