Durian “Kak Butet” Ramaikan Jalan Merdeka Siantar

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Dalam khasanah lagu pop Batak, Siantar Man tidak mau kalah dari Anak Medan. Persaingan kedua lagu ini akhirnya merembet juga ke soal durian.

Jangan mengaku Anak Medan jika tidak tahu Durian Bang Ucok, begitu celoteh seorang teman tentang penjual durian ini, ketika jurnalis BatakToday berkunjung ke Kota Medan beberapa waktu yang lalu.

Saat BatakToday menyusuri Jalan Merdeka Siantar, pada Selasa 29/12, sekitar pukul 21.00 WIB, di sepanjang jalan antara Gedung Juang dengan Pasar Horas terdapat 15 lapak penjualan durian.

Masyarakat Kota Siantar, terutama penikmat durian mengenal Jalan Merdeka sebagai tempat memuaskan selera terhadap jenis buah yang satu ini.

Ketika mendatangi salah satu penjual, yang kemudian mengaku bermarga Nasution, dia menawarkan durian yang tersusun rapi di rak yang terbuat dari kayu.

“Ambil Tulang, mantap ini, durian Kak Butet ini…” demikian ditawarkannya.

Ali Nasution, salah satu penjual Durian “Kak Butet” di Jalan Merdeka, Pematang Siantar, Selasa (29/12) malam. (bataktoday/ajvg)
Ali Nasution, salah satu penjual Durian “Kak Butet” di Jalan Merdeka, Pematang Siantar, Selasa (29/12) malam. (bataktoday/ajvg)

Ketika ditanya Kak Butet-nya dimana, karena penjualnya sendiri adalah laki-laki, Nasution mengatakan durian yang dijual di sepanjang jalan itu namanya saja durian Kak Butet.

“Semua durian di Jalan Merdeka ini, durian Kak Butet namanya Tulang. Masak cuma di Medan ada durian Bang Ucok, di Siantar ini kita bilanglah pula namanya durian Kak Butet. Biar imbang sama yang di Medan.” ujarnya, disambung dengan tawa lepas.

Malam itu terlihat lapak penjual durian sepanjang Jalan Merdeka ramai dikunjungi pembeli, baik untuk makan di tempat, maupun untuk dibawa pulang. Beberapa tempat diantaranya menyediakan tempat duduk yang dilengkapi meja. Sebagian lagi, penjual hanya menyediakan tenda sebagai pengganti tikar untuk tempat duduk pembeli.

Inang Boru Manik, salah seorang penjual mengatakan, setiap musim durian, walaupun asalnya jauh dari Siantar, ia selalu berjualan durian di Jalan Merdeka, karena tempat itu tidak asing lagi bagi para pembeli.

Saat ditanya, Boru Manik menyebut rata-rata 50 buah bisa terjual setiap malamnya.

Eehe…, songoni ma amang, asalma malua satumba boras. Lima pulu biji. (Yah, begitulah, asal bisa dapat dua liter beras lah. Lima puluh buah),” jawabnya.

Harga durian bervariasi, tergantung ukuran, mulai Rp 10 ribu sampai 50 ribu. Dari beberapa penjual diketahui, durian yang dijual untuk musim kali ini berasal dari Sidikalang dan Pinangsori Tapanuli Tengah.

Menurut Pak Sihombing, salah satu penjual durian, membandingkan antara pemilihan wali kota Siantar yang hingga hari ini belum terpilih, dengan memilih durian untuk dinikmati, ternyata sangat jauh berbeda.

“Kalau salah pilih durian, kami ganti kalau busuknya lebih dari satu kamar. Kalau kurang enak, apa boleh buat. Kalau mau, pilih lagi, beli lagi,” ujarnya.

“Kalau salah pilih wali kota, mau busuk, mau tak beres, harus sabarlah sampai ada wali kota baru, tunggu pilkada lagi lah nanti,” sambungnya  memberikan ‘pencerahan politik’.

Malam menjelang akhir tahun ini, penjual durian ramai disinggahi pembeli, baik warga Siantar sendiri, maupun pemudik yang melintas di Siantar.

Di tengah hiruk pikuk lalu lintas hingga larut malam, warga penikmat durian “Kak Butet” sejenak melupakan Balai Kota Siantar yang belum dihuni Wali Kota baru, menunggu pilkada yang tertunda. (ajvg)

 

Foto:Suasana tempat penjualan durian di Jalan Merdeka, Pematang Siantar, Selasa 29/12/2015 (bataktoday/ajvg)[youtube width=”100%” height=”300″ src=”kpcoD9QkX9M”][/youtube]

  • Bagikan