Kawasan Jalan Amal Medan Tahun 2016 Bebas Banjir

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Kawasan Jalan Amal Medan Sunggal, Kota Medan kerap tergenang hingga membanjiri pemukiman warga saat hujan turun. Guna mengatasinya Pemerintah Kota (Pemkot) Medan membangun drainase skunder sepanjang lebih kurang 800 meter. Drainase ini berfungsi untuk menampung debit air hujan dan dialirkan menuju Sungai Belawan.

Sebelumnya, banjir acap kali menerpa kawasan Jalan Amal dan ketinggian air mencapai 50 sentimeter lebih, terutama di  halaman kantor BKN, Balai Diklat Kementerian Agama, SMP Negeri 9 maupun permukiman warga.

“Karenanya proyek drainase ini diharapkan jadi jalan keluar untuk mengatasi banjir di kawasan Jalan Amal dan sekitarnya,” kata Kadis Bina Marga Medan, Khairul Syahnan, Selasa (29/12).

Syahnan menjelaskan, drainase dibangun menuju Sungai Belawan karena posisinya yang lebih rendah, ketimbang menuju Sungai Bederah yang meskipun  posisinya tidak begitu jauh namun lebih tinggi.

Proyek dibangun dengan subdrainase atau saluran bawah tanah tertutup agar tidak mengganggu arus lalu lintas maupun utilitas lainnya, sebab proyek berdekatan dengan akses menuju Terminal Terpadu Pinang Baris dan fasilitas penting lainnya.

Proyek ditargetkan selesai pada tahun anggaran 2015 ini.

“Ya kalaupun harus sampai Januari 2016, maka kita akan patuhi sesuai Keppres,” ungkap Syahnan.

Syahnan menjelaskan, proyek ini merupakan program prioritas Pemkot Medan untuk mengatasi persoalan genangan air yang terjadi di Medan, terutama ketika musim penghujan.

Dijelaskan Syahnan, penyebab banjir di Jalan Amal akibat Sungai Bederah yang mengalami penyempitan dan ada gorong-gorong di bawah rel kereta api di Jalan Kapten Sumarsono yang terlalu kecil.

Akan tetapi, kata Khairul Syahnan, Dinas Bina Marga tidak dapat berbuat banyak, karena Sungai Bederah di bawah pengelolaan Balai Wilayah Sungai.

“Karena itu kami mencari solusi untuk mengatasi banjir dengan membangun drainase sekunder dan dialirkan ke Sungai Belawan,” jelasnya didampingi Pengawas Lapangan Subroto. (AFR/rel)

Foto: Penggalian saluran drainase sekunder dari kawasan Jalan Amal menuju Sungai Belawan sepanjang 800 meter dilakukan dengan bantuan alat berat. (rel)

  • Bagikan