Mantan Kadis PU Pakpak Bharat Tersangka Korupsi Proyek Fiktif

  • Bagikan

Pakpak Bharat, BatakToday-

Kepolisian Resor (Polres) Pakpak Bharat menetapkan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pakpak Bharat berinisial Ir MS  menjadi tersangka kasus pembangunan air bersih yang diduga fiktif.  Ir MS berperan sebagai pejabat pembuat komiten (PPK) pada kegiatan tahun anggaran 2013 berbiaya Rp 932 juta itu.

Kasat Reskrim Polres Pakpak Bharat, AKP Dedi Kurniawan menjelaskan, proyek tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya, dan sesuai pengakuan sejumlah saksi,  proyek dimaksud fiktif.

Bahkan, dalam pencairan keuangan, oknum tertentu mempergunakan dokumen bodong, diantaranya mempergunakan bon faktur dari toko. Namun setelah diperiksa, pengusaha bahan bangunan beralamat di Sidikalang Kabupaten Dairi, transaksi tak pernah dilakukan.

Dijelaskan, sebelum Ir MS, penyidik sudah menetapkan DK, DR dan BS sebagai tersangka. Ketiganya diperiksa selama dua hari sejak Senin (28/12) hingga Selasa (29/12).

DR adalah orang yang membuat laporan pertanggungjawaban. Ketuanya adalah DK, sedang BS adalah pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK). Penggeledahan kantor juga pernah dilakukan guna menemukan dokumen.

Ditambahkan, nilai kerugian keuangan negara sudah diperoleh sesuai hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 14 Desember 2015 lalu.

Kapolres mengatakan, pihaknya belum menetapkan siapa tersangka utama. “Pengusutan harus lebih intens termasuk mengejar aliran uang,” katanya.

Sebelumnya, kasus tersebut telah dipaparkan Kapolres kepada anggota Komisi III DPR RI, Junimart Girsang. Kapolres menyebut, telah memeriksa 19 saksi saat penyelidikan, di antaranya Hasiholan Sianturi pemilik toko bahan bangunan di Sidikalang, Minah marketing PT Minah Invilon Sagita Medan, dan Yanuar pemilik toko Sinar Mutiara Medan.

Junimart sebelumnya menandaskan, kasus ini harus dituntaskan, termasuk menjerat siapa saja orang yang harus bertanggungjawab secara hukum. (saf/tg)

Foto: Kasat Reskrim Polres Pakpak Bharat, AKP Dedi Kurniawan.(bataktoday/saf)

  • Bagikan