Setelah Disekap dan Disetubuhi, Siswi SMU Diancam Bunuh

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday-

Bunga (16), nama samaran, seorang siswi SMU, harus menanggung aib akibat disetubuhi hingga lima kali oleh Syahruddin alias Udin (49), warga Dusun I, Desa Bagan Asahan, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan.

Tak hanya itu, pelaku yang diketahui pernah menikah sebanyak enam kali itu, setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, lalu mengancam membunuh Bunga bila tak mau diajaknya untuk bersetubuh layaknya sepasang suami istri.

Setelah menjalani pemeriksaan di ruangan RPK/UPPA Polresta Tanjungbalai, Bunga kepada BatakToday pada Rabu (30/12) mengaku dirinya disetubuhi pelaku pertama kalinya di salah satu kamar Tresya Hotel.

“Kapan waktunya sudah tak kuingat lagi, Bang. Sebelum aku disetubuhinya untuk pertama kali di kamar Tresya Hotel itu, aku diajaknya terlebih dahulu berjumpa di Phanton Bagan Asahan lewat SMS,” katanya.

Putri ketujuh dari sepuluh bersaudara ini memaparkan, dirinya sewaktu berada di dalam kamar hotel disekap oleh  pelaku dalam keadaan sadar.

“Aku saat itu mencoba untuk kabur, namun dia menyekapku. Bukan hanya itu saja, dia setelah menggituin aku, mengancam akan membunuhku apabila aku pacaran dengan pria lain selain dia. Setelah itu, aku digituinya kembali terhitung sebanyak lima kali di dua lokasi, yakni di Tresya Hotel dan sebuah pondok di Pasiran, Bang,” aku Bunga, seraya berharap agar pelaku setelah ditangkap polisi mendapat hukuman seberat-beratnya.

Sementara itu, Rosminah (50) dan suaminya Nasution (49), orang tua korban menuturkan, rumah mereka dengan rumah pelaku hanya berjarak dua rumah.

“Pelaku itu tetangga kami. Tak nyangka kami dia tega membuat anak kami seperti itu,” kata Rosminah.

Kanit RPK/UPPA Polresta Tanjungbalai Aipda Arianto Sinaga didampingi penyidik pembantu Brigadir CW Simatupang mengatakan, dalam perkara itu pihaknya menjerat pelaku dengan Pasal 81 ayat 1 dan II UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.  (eko)

Foto: Korban saat dimintai keterangan di Polresta Tanjungbalai, Rabu (30/12). (bataktoday/eko)

  • Bagikan