Wanita Pemilik Karaoke 99 Nyaris Dibantai Personil BNN Tanjungbalai

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday-

Razia yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungbalai di beberapa tempat hiburan malam pada Rabu (23/12) lalu sepepertinya akan berbuntut panjang. . Hal itu diawali dengan peristiwa pembantaian yang nyaris terjadi dikantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungbalai, Senin (28/12).

Informasi dihimpun BatakToday, peristiwa itu bermula ketika pemilik Karaoke 99 Nety Sinaga mendatangi kantor BNN Kota Tanjungbalai  guna menagih kerugian yang dialaminya saat usaha karaokenya dirazia pada Rabu (23/12) malam lalu

Tidak terima kantor mereka didatangi, salah seorang personil Badan Narkotika Nasioanal (BNN) Kota Tanjungbalai dengan serta merta mengangkat kursi plastik hendak membantingkan ke arah Nety.

Kepada BatakToday, Nety membenarkan kejadian tersebut.

“Tujuanku datang kekantor mereka hanya untuk mencari keadilan dengan menagih kerugianku karena razia yang dilakukan mereka (BNN Kota Tanjungbalai, red)  pada hari Rabu (23/12) malam lalu . Aku pun tak tau, mengapa mereka berbuat seperti itu kepadaku. Salah seorang dari personil BNN itu hendak membantingkan kursi plastik kearahku dan bersamaaan itu pula Kedua belah tanganku ini pun sempat dipegangi mereka,” ungkap Nety.

Tidak terima dengan perlakukan personil BNN Kota Tanjungbalai itu, . Nety Sinaga berencana melaporkan persoalan yang dialaminya itu ke Badan Narkotika Nasioanal (BNN) Provinsi Sumatra Utara .

Menurut Nety, razia yang dilakukan personil Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungbalai terhadap pengunjungnya itu tidak melihat kondisi fakta yang terjadi di lokasi.

“Sakit kali hatiku Bang. Bayangkan saja, pada saat mereka melakukan razia ditempat usahaku ini, tamuku yang membawa anak-anaknya untuk merayakan ulang tahun pun turut dibawa mereka ke kantor BNN dengan alasan untuk dilakukan tes urine,” ungkap Nety.

Berbeda dengan pernyataannya usai razia pada Rabu (23/12), Kepala BNN Kota Tanjungbalai AKBP Saharuddin Bangko bersikeras tidak membayar kerugian yang dialami pemilik Karaoke 99 dengan alasan tidak ada anggaran. .

“Tidak ada anggaran kami untuk merealisasikan permintaan dari pemilik Karaoke 99 itu. Razia yang kami laksanakan itu merupakan tugas dari BNN Kota Tanjungbalai,” ujarnya berkelit.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya (baca: https://bataktoday.com/bnn-tanjungbalai-gelar-razia-pemilik-karaoke-protes), BNN Kota Tanjungbalai melakukan razia dengan melibatkan Danlanal Tanjungbalai-Asahan, Polresta Tanjungbalai, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polisi Militer (PM), pada Rabu (23/12) lalu.

Saat tim gabungan melakukan razia di Karaoke 99, personil BNN sempat terlibat perdebatan dengan  pemilik tempat hiburan. Pasalnya, pemilik tidak terima pengunjungnya digiring untuk dilakukan tes urine ke kantor BNN.

Ketika dikonfirmasi usai razia, Kepala BNN Tanjungbalai, AKBP Saharuddin Bangko menjelaskan, pihaknya tidak melakukan tes urine terhadap pengunjung di lokasi Karaoke 99 karena keterbatasan waktu.

Terkait kerugian pemilik Karaoke 99 akibat razia, Bangko mengaku pihaknya bersedia membayar kerugian yang dialami si pemilik.

“Tadi bendahara saya mau membayar, tapi pemilik Karaoke 99 itu belum datang juga,” pungkasnya saat itu. (eko)

Foto: Pemilik Karaoke 99, Nety Sinaga (kaos merah), saat mendatangi kantor BNN Kota Tanjungbalai, Senin (28/12), untuk menagih kerugian yang dialaminya pada saat BNN melakukan razia di tempat usahanya pada Rabu (23/12) malam.  (bataktoday/eko)

  • Bagikan