Pengunjung Istana Sisingamangaraja Meningkat Tajam

  • Bagikan

Humbang Hasundutan, BatakToday-

Sejak minggu terakhir 2015 hingga awal tahun 2016, kunjungan ke Istana Sisingamangaraja mengalami peningkatan 100 persen. Istana yang berlokasi di Desa Lumban Raja Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) itu ke depan diharapkan menjadi primadona tujuan wisata di masa mendatang.

Markoni Sinambela, penjaga situs sejarah tersebut mengaku, harus siap siaga ditempat untuk menyambut serta memandu para pengunjung.

“Saya harus menunggulah dirumah sambil bersih-bersih. Kedatangan para tamu kan tidak tentu, jadi harus stand by”, paparnya kepada BatakToday, Sabtu (2/1).

Markoni Sinambela, penjaga situs sejarah Istana Sisingamangaraja yang selalu sigap memandu wisatawan yang berkunjung sedang membersihkan lokasi istana, Sabtu (2/1). (bataktoday/sm)
Markoni Sinambela, penjaga situs sejarah Istana Sisingamangaraja yang selalu sigap memandu wisatawan yang berkunjung sedang membersihkan lokasi istana, Sabtu (2/1). (bataktoday/sm)

Markoni yang sudah mengabdi sejak tahun 2000 mengaku tidak pernah memungut uang masuk kepada pengunjung, kecuali mereka yang memberikan langsung.

“Kita tidak pernah memungut sepeser pun. Raja kita dulu tidak pernah melakukan pemungutan dari rakyatnya. Itulah alasan kita melarang pemungutan di tempat ini,” terangnya.

Hal itu dibenarkan Larisma Nainggolan (37), pengunjung dari Tarutung yang berlibur bersama keluarga.

“Kalau pemungutan memang tidak ada. Itu yang membuat kami senang kesini. Kita juga berharap agar tempat bersejarah ini tetap dilestarikan oleh pemerintah,” katanya.

Markoni mengaku, pembenahan lokasi istana dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Humbahas.

“Saya hanya bertugas untuk bersih-bersih lokasi. Kalau untuk membenahi, pemerintah yang melakukannya”, katanya.

Dampak peningkatan kunjungan wisatawan juga dirasakan oleh masyarakat setempat.

M br Silaban yang berjualan mangga disekitar istana mengaku bisa menjual sekitar 13 hingga 20 kg per hari.

“Boi do attong lakku sappe 20 kg. Paling rendah ma i 13 kg sadari (Bisa laku hingga  20 kg. Paling rendah 13 kg dalam satu hari)”, paparnya kepada BatakToday.

Markoni mengharapkan pemerintah dan masyarakat setempat menjalin kerja sama yang baik untuk lebih meningkatkan potensi wisata Baktiraja. Menurutnya, kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan harus dihilangkan. Markoni juga mengharapkan masyarakat Baktiraja harus belajar senyum dalam menyambut para pengunjung yang datang.

“Senyum kan salah satu wujud dari keramahtamahan. Jadi setiap warga Baktiraja harus belajar senyum untuk memberi rasa nyaman kepada pengunjung,” tutupnya. (SM)

Foto: Wisatawan yang berkunjung ke Istana Sisingamangaraja di Desa Lumban Raja Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan, Sabtu (2/1). (bataktoday/sm)

  • Bagikan