Malam Puncak Gerakan Cinta Danau Toba di Baktiraja Humbahas

  • Bagikan

Humbang Hasundutan, BatakToday-

Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) Humbang Hasundutan (Humbahas) menggelar Malam Puncak Gerakan Cinta Danau Toba (GCDT) di Mess Pemkab Humbang Hasundutan, Kecamatan Baktiraja, Rabu (30/12). Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Humbahas itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Humbahas akan pentingnya kebersihan Ekosistem Danau Toba.

Koordinator kegiatan, Jeplin Simamora mengatakan, kegiatan Gerakan Cinta Danau Toba dilaksanakan mulai dari Minggu (27/12) sampai Rabu (30/12).  Kegiatan diawali dengan jelajah wisata di Baktiraja.

“Kegiatan yang sudah kita laksanakan adalah pembersihan Danau Toba di Baktiraja, dialog dari hati ke hati, lomba tortor Sabangunan, lomba gondang hasahatan dan nanti akan ada pelepasan bibit ikan ke danau toba, dan juga penyerahan bibit pohon,” urainya.

Penyerahan bibit pohon secara simbolis kepada Kabid Pariwisata dan Kebudayaan Nelson Lumbantoruan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Mess Pemkab Humbang Hasundutan, Kecamatan Baktiraja, Rabu (30/12). (bataktoday/sm)
Penyerahan bibit pohon secara simbolis kepada Kabid Pariwisata dan Kebudayaan Nelson Lumbantoruan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Mess Pemkab Humbang Hasundutan, Kecamatan Baktiraja, Rabu (30/12). (bataktoday/sm)

Malam puncak GCDT dilaksanakan di 7 lokasi, yakni Parapat, Makam Nommensen di Sigumpar, Tongging, Terminal Siborong-borong, Muara,  Dermaga Balige, dan Baktiraja yang dihubungkan melalui video conference.

Melalui video conference juga dilaksanakan Doa Bersama Lintas Agama, dan juga penyalaan obor secara bersamaan di tujuh lokasi pelaksanaan.

Kabid Pariwisata dan Kebudayaan Dinas Perhubungan dan Pariwisata Kabupaten Humbahas, Nelson Lumbantoruan mengatakn, kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk mempersiapkan Danau Toba yang bersih dengan potensi pariwisata yang tinggi.

“Kita berharap para tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat ikut dalam menyelamatkan Danau Toba untuk menciptakan Danau Toba yang bersih,” urai Nelson dalam sambutannya.

Pemerintah Kabupaten Humbahas, kata Nelson, berjanji ke depan akan lebih memprioritaskan bidang pariwisata. Nelson juga mengatakan, akan menggelar kegiatan-kegiatan sejenis setiap minggunya. Pemerintah dan masyarakat dia harapkan dapat bekerjasama dan sama-sama kerja untuk membangun Humbahas kedepannya.

“Dengan adanya sinergitas antara pemerintah, masyarakat dan stakeholder lainnya, kita yakin potensi pariwisata Danau Toba, khususnya Humbahas akan semakin tinggi pada masa yang akan datang,” tutupnya.

Hal senada diungkapkan oleh Pdt Henni Prandy Panjaitan selaku tokoh agama di Humbahas. Henni mengatakan bahwa masyarakat secara umum seharusnya menghargai lingkungan sekitar sebagai sumber kehidupan.

“Gereja, masyarakat umum dan pemerintah harus mendukung kegiatan ini sepenuhnya,” katanya.

Asman Simamora (65), tokoh masyarakat juga mengajak masyarakat Humbahas khususnya Kecamatan Baktiraja, agar turut andil dalam menyelamatkan Danau Toba.

“Ikkon tamba semangat ma attong masyarakat lao paturehon Tao Toba on, asa lam denggan nian Humbahas on (sudah seharusnya masyarakat semangat dalam memperbaiki Danau Toba ini, agar semakin baik Humbahasi ini),” kata pria asal Sosor Gonting kepada BatakToday. (SM)

Foto: Pelepasan benih ikan ke Danau Toba dilaksanakan di tepi pantai Danau Toba di Baktiraja, Kabupaten Humbahas, Rabu (30/12). (bataktoday/sm)

  • Bagikan