Sampah, “Bonus” Tahun Baru Dinas Kebersihan Kota Siantar

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Seperti sebelumnya, tumpukan sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sementara), maupun di berbagai tempat lainnya, selalu menghiasi sudut-sudut Kota Pematang Siantar pada hari-hari di awal tahun.

Kondisi sampah yang menumpuk akibat peningkatan volume sampah harian, seperti kerap terjadi pada perayaan Tahun Baru, diperparah oleh kinerja armada pengangkutan sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang berbanding terbalik.

Berdasarkan pengamatan BatakToday, Senin 4/1, sejak pagi hingga sore hari, kerja keras armada pengangkutan sampah Dinas Kebersihan Kota Siantar, belum dapat mengatasi tumpukan sampah di berbagai tempat yang tersebar di seluruh kota.

Sekitar pukul 10.00 WIB, truk sampah terlihat menyisir Jalan Ahmad Yani. Saat BatakToday menemui supir truk pengangkut sampah, diperoleh keterangan bahwa mereka, supir beserta kernetnya yang biasa, baru mulai bekerja pada hari Senin 4/1, setelah libur sejak 1 Januari lalu.

Demikian juga, supir truk yang bekerja mengangkut sampah di Jalan Asahan, mengatakan hal yang sama.

“Baru hari ini mulai kerja. Kemarin dulu itu, kita libur Tahun Baru. Kalau Cuma supir yang kerja, percuma. Kernet libur,” ujar supir yang tidak bersedia ditulis namanya.

Tumpukan sampah yang sebagian menutupi badan jalan, Jalan Narumonda Bawah dekat simpang Jalan Ercis, Pematang Siantar, Senin 4/1/2016 (bataktoday/ajvg)
Tumpukan sampah yang sebagian menutupi badan jalan, Jalan Narumonda Bawah dekat simpang Jalan Ercis, Pematang Siantar, Senin 4/1/2016 (bataktoday/ajvg)

Hingga pukul 11.00 WIB, masih terlihat tumpukan sampah di Jalan Pattimura simpang Jalan Narumonda, di Jalan Narumonda dekat simpang Jalan Ercis, dan di TPS Jalan Narumonda dekat simpang Jalan Bayam.

Parluhutan Samosir, Sekretaris Dinas Kebersihan Kota Siantar, yang dihubungi melalui sambungan telepon selular, pada sore hari sekitar pukul 14.45 WIB, mengatakan volume sampah harian biasanya meningkat sekitar seratus persen pada awal tahun.

“Dari 27 unit armada truk sampah yang kita miliki, sejak tanggal 1 Januari lalu hingga hari Minggu kemarin, hanya 15 unit yang beroperasi. Padahal volume sampah meningkat sampai sekitar seratus persen, pada saat tahun baru begini,” sebutnya dari ujung telepon.

Samosir menerangkan bahwa banyak kernet dan supir truk sampah yang libur untuk merayakan Tahun Baru.

“Kebanyakan tenaga kerja, kernet dan supir truk pengangkut sampah, turut libur untuk merayakan Tahun Baru. Hari inilah baru kita beroperasi penuh, 27 unit truk sampah beroperasi semua. Kita upayakan dalam dua hari, hari ini dan besok, penumpukan ini bisa diatasi, sampai normal seperti hari biasa sebelumnya,” demikian dilanjutkan Samosir.

BatakToday menjumpai beberapa kernet dan supir truk pengangkut sampah, yang umumnya adalah tenaga honor dan tenaga harian lepas. Mereka mengatakan bahwa tidak ada insentif atau tambahan upah jika mereka bekerja pada hari libur. Hal ini menjadi salah satu penyebab, setelah libur tanggal 1 Januari sebagai puncak perayaan Tahun Baru, mereka memilih melanjutkan hingga hari Minggu 3/1.

Tentang tidak adanya tambahan upah bagi pekerja di hari libur, diakui oleh Parluhutan Samosir.

“Pemerintah Kota tidak menyediakan anggaran untuk penambahan upah pekerja kebersihan di hari libur, termasuk libur hari besar dan hari libur nasional. Pengupahan sama untuk sepanjang tahun, termasuk tahun baru,” demikian Samosir menerangkan hal tersebut.

Tumpukan sampah yang belum terangkut, Simpang Jalan Pattimura-Jalan Narumonda Bawah, Pematang Siantar, Senin 1/4/2015 (bataktoday/ajvg)
Tumpukan sampah yang belum terangkut, Simpang Jalan Pattimura-Jalan Narumonda Bawah, Pematang Siantar, Senin 1/4/2015 (bataktoday/ajvg)

Warga yang tinggal berdekatan dengan TPS, terganggu dengan sampah yang terlambat diangkut ke TPA. Bau busuk, sampah berserakan, ditambah kerumunan lalat, sangat mengganggu lingkungan sekitar TPS yang belum tertangani oleh petugas kebersihan.

Gultom, penduduk Jalan Narumonda Bawah, yang sebelumnya bekerja 33 tahun sebagai pegawai honor pengangkut sampah, menegaskan bahwa penduduk sekitar TPS terganggu oleh sampah yang terlambat diangkut.

“Sedangkan saya yang 33 tahun pernah bekerja di bagian sampah, baru berhenti awal tahun 2015 lalu, terganggu kalau sampah tidak diangkut berhari-hari, apalagi orang lain di sekitar sini. Banyak pula sampah makanan basah kalau tahun baru, baulah pokoknya. Persoalan sampah pas tahun baru begini, sudah macam bonus tahun baru untuk Dinas Kebersihan Siantar ini, “ ujar Gultom.

Gultom, yang mundur dari tenaga honor urusan pengangkutan sampah pada usia 58 tahun, menyatakan terpaksa menghubungi petugas, karena sampah yang menumpuk tidak diangkut selama berhari-hari.

“Tadi pagi ku-sms juga kawan yang bawa truk sampah, supaya segera diangkut yang di TPS depan rumah ini. Kalau begini, serba salah, dibakar sama tetangga inilah, daripada makin bau. Biarpun berkurang, tapi tetap bau, berasap lagi,” katanya sambil menunjuk ke TPS di depan rumahnya.

Kelihatan sampah yang menumpuk mengeluarkan asap yang cukup tebal, namun tetap masih berbau busuk, sehingga mengganggu bila ditiup angin ke arah rumah penduduk sekitar. Sebagian lagi, terutama sampah plastik dan bahan ringan lainnya berserakan sampai ke jalan raya.

Tidak berapa lama kemudian, truk sampah datang ke TPS tersebut. Sampah yang ada, masih terlalu panas untuk dimuat ke atas truk. Sehingga supir dan dua orang kernetnya terlebih dahulu harus menyiramnya dengan air, yang diambil dari parit, dengan menggunakan plastik kresek dan botol plastik bekas minuman ringan, yang dipilih dari tumpukan sampah.

Dari penelusuran sejak pagi, sore dan malam hari, dibanyak tempat masih ditemukan banyak tumpukan sampah di TPS yang belum terangkut. Di sebagian tempat lagi, sampah menumpuk begitu saja di tepi jalan raya.

Beberapa jalan yang sempat dilalui BatakToday pada Senin (4/1) malam, hingga Selasa (5/1) dini hari, masih meninggalkan tumpukan sampah yang harus segera diangkut ke TPA. Sampah yang masih menumpuk antara lain di Jalan Handayani, Jalan Sisingamangaraja antara Kampus USI dengan Simpang Jalan Viyata Yudha, Jalan KASAD, dan Jalan Laguboti simpang Jalan Sidamanik. (ajvg)

Foto:

Tumpukan sampah yang berhari-hari tidak diangkut, dibakar penduduk yang tinggal di sekitar TPS, Jalan Narumonda Bawah, Pematang Siantar, Senin 4/1/2016 (bataktoday/ajvg)

  • Bagikan